Dukung Jokowi Saat Pilpres, Ginandjar Masuk Bursa Watimpres

Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan masuknya nama Ginandjar Kartasasmita dalam bursa anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang tengah disusun oleh Jokowi.
Ana Noviani | 10 Januari 2015 02:20 WIB
Aburizal Bakrie didampingi Akbar Tandjung Ginandjar Kartasasmita - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan masuknya nama Ginandjar Kartasasmita dalam bursa anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang tengah disusun oleh Jokowi.

Pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, profesor dari Universitas Brawijaya ini juga menjabat sebagai Watimpres. Ginanjar dipercaya sebagai Watimpres bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah.

"Iya. Lagi semua dipertimbangkan oleh pak Presiden," katanya di kantor PMI Pusat, Jumat (9/1/2015).

Menurut JK, Ginandjar merupakan sosok yang memiliki pengalaman luas baik di pemerintahan maupun di organisasi sosial. Menilik perjalanan karir Ginandjar, pria kelahiran Bandung, 9 April 1941 ini pernah menjabat sebagai Kepala Bappenas pada 1993-1998, Menko Perekonomian Maret-Mei 1998, dan anggota Watimpres 2010-2014.

"Ya nanti. Semua di tangan Presiden sekarang. Saya katakan tadi masih ada waktu 10 hari lagi, presiden lagi mempertimbangkannya dengan sangat serius semua," tutur JK.

JK mengatakan Ginandjar bisa saja terpilih sebagai anggota Watimpres. Pasalnya, Presiden Joko Widodo menegaskan syarat pokok kandidat Watimpres, yakni tidak boleh menduduki jabatan sebagai pengurus partai politik dan pengurus perusahaan.

Saat ini, Presiden Joko Widodo sedang menyusun kelembagaan kepresidenan termasuk menyiapkan sembilan orang Dewan Pertimbangan Presiden. Orang di lingkaran Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 berpeluang besar masuk Istana.

Wantimpres menjadi hak prerogatif presiden sehingga tidak perlu proses seleksi. Adapun batas waktu penyusunan sembilan nama yang akan mengisi kursi Wantimpres adalah 20 Januari 2015.

Ditemui di tempat yang sama, Ginandjar mengaku baru tahu namanya masuk dalam jajaran calon anggota Watimpres. Dia juga belum mendapat undangan untuk bertemu dan berdiskusi dengan Presiden Jokowi.

"Terserah presiden lah, jangan didorong-dorong, biar dia memutuskan dengan tenang," katanya.

Ginandjar tidak sepakat apabila jabatan anggota Watimpres merupakan kompensasi atas dukungan yang diberikan seseorang semasa kampanye kepada pasangan Jokowi-JK. Menurutnya, kerja Watimpres jauh berbeda dengan kampanye.

Pada saat kampanye Pilpres 2014, senior Partai Golkar ini mendukung Jokowi. Saat ini anaknya Agus Gumiwang satu kubu dengan Agung Laksono, Ketua Umum Golkar versi Munas Jakarta.

"Watimpres itu nasihat, pertimbangan, tentunya beliau lebih nyaman kalau pembantu-pembantunya sejalan pikirannya kan. Itu saya kira," ujar Ginandjar.

Tag : jokowi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top