CROWN INTERNATIONAL Segera Bangun Hotel di Bali dengan Konsep Unik

Perusahaan pengembang properti PT Crown International Holding berencana membeli lahan di salah satu kawasan wisata di Bali untuk merealisasikan pembangunan hotel berkonsep ecotourism.
Feri Kristianto | 02 Desember 2014 17:46 WIB
Ilustrasi. - Bisnis.com

Bisnis.com, BADUNG - Perusahaan pengembang properti PT Crown International Holding berencana membeli lahan di salah satu kawasan wisata di Bali untuk merealisasikan pembangunan hotel berkonsep ecotourism.

CEO Crown Group Iwan Sunito mengungkapkan beberapa lokasi di Nusa Dua, dan Ubud sudah disurvei, kendati tidak dipastikan apakah pembelian itu akan terwujud pada tahun ini.

"Kami ingin mencari lokasi yang cocok untuk konsep arsitektur sesuai dengan brand Crown menengah ke atas," ujarnya saat memaparkan hasil penjualan properti Sydney by Crown, Pecatu, Senin (1/12/2014).

Keputusan ‎membangun hotel kendati persaingan hotel semakin kompetitif, karena Bali merupakan pusat konsentrasi wisata internasional.‎

Saat ini perusahaan berbasis di Australia itu tengah mengincar lokasi yang memiliki pemandangan lautan serta tidak terlalu jauh dari Bandara Ngurah Rai. Dia menegaskan bahwa hotel yang dibangun akan seperti Alila Ubud dan Bulgari Pecatu.

‎Rencananya,konsep hotel bintang lima yang dibangun sangat berbeda dibandingkan yang saat ini beroperasi di Pulau Dewata, baik dari segi arsitektur dan pengelolaanya.‎ Adapun arsitektur yang akan digunakan dalam pembangunan tersebut perpaduan dari Itali, Spanyol dan Bali.

Iwan menegaskan keputusan membeli tanah dengan pertimbangan hotel eksisting di Bali yang dibidik oleh perusahaannya tidak sesuai keinginan.

" Ini waktunya untuk masuk, karena banyak sekali merek-merek hotel yang out of date," jelasnya.

Sayangnya, Iwan belum bersedia mengungkapkan dana yang disiapkan untuk membeli lahan serta luasan yang akan di beli. Dia menegaskan sudah cukup banyak tawaran dari berbagai pihak serta bekerja sama, tetapi belum ada kesepakatan.

Sebelumnya, Crown Group menyampaikan rencananya berinvestasi senilai A$200 juta di Bali. ‎Ada dua pilihan investasi yang sedang disiapkan, yaitu, membeli hotel yang sudah ada atau membeli lahan untuk pembangunan resort.

‎Rencana tersebut diharapkan dapat terealisasi dalam tempo dua hingga tiga tahun ke depan. Bali dipilih dengan pertimbangan kawasannya memiliki kelengkapan pendukung pariwisata seperti budaya, masyarakat, alam indah, keamanan dan sangat unik.

Tag : hotel, bali
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top