Tim Penyelamat Partai Golkar Pastikan Munas Jakarta

Presidium Penyelamat Partai Golkar yang dipimpin Agung Laksono memastikan penyelenggaraan musyawarah nasional Partai Golkar di Jakarta pada Januari 2015 dengan mengundang seluruh peserta munas di Bali.
Martin Sihombing | 02 Desember 2014 18:09 WIB
Anggota Presidium Tim Penyelamat Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Presidium Penyelamat Partai Golkar yang dipimpin Agung Laksono memastikan penyelenggaraan musyawarah nasional Partai Golkar di Jakarta pada Januari 2015 dengan mengundang seluruh peserta munas di Bali.

"Ya, kami mengundang peserta yang ikut di Bali untuk mengikuti munas yang kami gelar," kata Anggota Presidium Tim Penyelamat Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa di Gedung Nusantara I DPR, Selasa.

Menurur dia, munas di Bali tidak sah. "Silahkan pengurus DPD I dan DPD II Golkar di seluruh Indonesia ikut munas pada Januari 2015," katanya.

Dia minta peserta munas Golkar di Jakarta tidak perlu takut dengan intervensi oleh berbagai pihak yang menginginkan mereka tidak mengikuti munas tersebut. Tim Penyelamat Partai Golkar menjamin keamanan para peserta.

"Kami jamin keamanan mereka, kepastian masa depan dan pengembangan karir yang baik. Jadi jangan pernah takut ikut munas di Jakarta," ujarnya.

Agun menegaskan, munas Partai Golkar di Jakarta terbuka untuk seluruh pengurus yang ingin mencalonkan diri. Munas akan dilakukan secara demokratis, tanpa tekanan dan diharapkan melahirkan pemimpin muda yang berkualitas, memiliki dedikasi, berprestasi, loyal dan tidak bermasalah.

"Munas akan melahirkan pemimpin baru yang kuat, yang bisa memajukan partai dan berperan dalam menyejahterakan rakyat," katanya.

Dia menuding Munas Partai Golkar di Bali tidak sah karena melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar. Tata tertib Munas Partai Golkar dibuat dan dilaksanakan secara otoriter untuk memenangkan Aburizal Bakrie.

Menurut dia, pelaksanaan Munas Golkar di Bali tidak ditempuh dalam rapat pleno DPP Partai Golkar.

"Munas di Bali adalah kejahatan politik yang disusun secara sistematis. Munas ini diatur secara cepat dan tata tertib dibuat untuk menghambat calon selain Aburizal Bakrie," ujarnya.

Sumber : Antara

Tag : agung laksono
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top