Kredit di Sulut Tumbuh 10,09%

Jumlah kredit yang disalurkan perbankan di Sulawesi Utara mencapai Rp25,09 triliun hingga kuartal III/2014 atau tumbuh 10,09% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp22,79 triliun.
Herdiyan | 02 November 2014 19:20 WIB
Bank Sulut - banksulut.co.id

Bisnis.com, MANADO—Jumlah kredit yang disalurkan perbankan di Sulawesi Utara mencapai Rp25,09 triliun hingga kuartal III/2014 atau tumbuh 10,09% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp22,79 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (Sulut) Luctor E. Tapiheru mengatakan kredit konsumsi masih mendominasi porsi kredit, yakni Rp15,18 triliun atau 60,52% dari total kredit yang disalurkan.

“Bahkan, kredit konsumsi tumbuh paling tinggi dari segmen lain, yakni 12,22% secara year on year,” ujarnya, Minggu (2/11/2014).

Di sisi lain, kredit modal kerja hanya tumbuh 7,76% menjadi Rp7,13 triliun atau memiliki pangsa 28,44% dari total kredit. Adapun kredit investasi tumbuh paling rendah sebesar 4,99% menjadi Rp2,77 triliun dengan pangsa kredit 11,04%.

Sementara itu, kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp6,89 triliun sepanjang 9 bulan pertama tahun ini atau tumbuh 9,24% dari realisasi periode yang sama tahun lalu Rp6,31 triliun.

Dilihat dari skala bisnis, usaha menengah memperoleh kredit sebesar Rp3,06 triliun dengan pangsa 44,43%, usaha kecil Rp2,44 triliun (35,46%), dan usaha mikro Rp1,39 triliun (20,11%).

Luctor menuturkan dana pihak ketiga (DPK) perbankan di daerah tersebut mencapai Rp19,82 triliun hingga kuartal III/2014 atau tumbuh 12,97% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp17,54 triliun.

Kondisi tersebut menyebabkan fungsi intermediasi (loan to deposit ratio/LDR) perbankan di Sulut mencapai 126,6% atau turun 2,98 poin dari bulan sebelumnya sebesar 129,6%.

Dia menjelaskan tabungan berkontribusi paling besar, yakni sebesar Rp8,83 triliun atau memiliki pangsa 44,58% dari total DPK. Setelah itu, deposito berkontribusi sekitar 36,69% dengan mengantongi Rp7,27 triliun. Adapun giro hanya terhimpun Rp3,71 triliun atau 16,73% dari total raupan DPK.

Meskipun demikian, deposito tumbuh paling besar yaitu 27,24% dibandingkan dengan produk perbankan lain, seiring dengan tingginya suku bunga yang diterapkan perbankan.

Adapun pertumbuhan tabungan hanya sebesar 3,42% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Sementara itu, giro relatif tumbuh biasa-biasa saja sebesar 12,98% karena mengikuti pengucuran dana dari APBD atau APBN,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tabungan hanya tumbuh 2,57% dari sebelumnya Rp8,61 triliun. Sementara itu, giro cuma naik 16,7% dari sebelumnya Rp3,18 triliun.

Sejumlah perbankan di Sulut optimistis mampu menghimpun DPK yang telah ditargetkan, meski dihantui kesulitan di era ketatnya likuiditas saat ini.

Dia menegaskan tumbuhnya penghimpunan DPK itu menyebabkan aset perbankan di daerah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 13,89% hingga September 2014.

Aset perbankan di Sulut tercatat sebesar Rp32,82 triliun hingga September 2014, sedangkan periode yang sama tahun lalu tercatat hanya Rp28,82 triliun.

Pertumbuhan aset itu, katanya, sejalan dengan perluasan jumlah kantor cabang perbankan, baik bank umum maupun bank perkreditan rakyat (BPR).

Saat ini, total perbankan yang beroperasi di daerah tersebut mencapai 45 perusahaan, yang terdiri dari 28 bank umum dan 17 BPR.

Dari total angka itu, seluruh kantor cabang tersebar di 330 jaringan, mulai dari kantor pusat hingga unit. Jumlah kantor cabang itu meningkat dari periode yang sama tahun lalu 321 titik.

Rinciannya, bank umum memiliki 278 cabang per September atau bertambah tujuh jaringan dari sebelumnya 271. Adapun BPR memiliki 52 cabang atau bertambah dua kantor jaringan dari September tahun lalu 50 titik.

Tag : kredit
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top