KABUT ASAP: Titik Api (Hotspot) di Kalteng & Sumsel Kian Meningkat

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan titik hotspot di Kalimantan dan Sumatera Selatan semakin meningkat, saat ini titik hotspot Kalteng 1.225 dan Sumsel 334 titik.
Fitri Rachmawati | 02 November 2014 15:40 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan titik hotspot di Kalimantan dan Sumatera Selatan semakin meningkat, saat ini titik hotspot Kalteng 1.225 dan Sumsel 334 titik.

Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua hari ini Minggu (2/11) pukul 05.00 WIB, terpantau hotspot di Kalteng 1.225, Sumsel 344, Kalbar 203, Kaltim 32, dan Lampung 20.

Di Palembang, jarak pandang 400 meter pada pukul 06.00 Wib dan 800 meter pada pukul 08.00 WIB.

“Di saat sebagian wilayah di Aceh dan Sumbar banjir, dan di Karo Sumut erupsi Gunung Sinabung. Di wilayah lain asap akibat pembakaran hutan dan lahan masih ada,” tuturnya Minggu (2/11/2014).

Adapun, sejak dua bulan dari 344 hotspot di Sumatera Selatan terkonsentrasi di OKI (sumber kebakaran di Sumsel yang menyuplai asap ke Palembang hingga ke Jambi dan Riau) 320. Artinya 93% berada di OKI.

Selain itu, di wilayah Kalimantan Tengah terdapat 1.225 hotspot yang tersebar di Kotawaringin Timur 276, Seruyan 273, Pulang Pisau 232, Kotawaringin Barat 125, Katingan 123, dan daerah lainnya.

Di mana 99% penyebab kebakaran hutan ini karena disengaja, bahkan kawasan hutan pun di bakar. Seperti di Suaka Margasatwa Padang Sugihan Sumsel ada 11 hotspot, dan Taman Nasional Tanjung Putting Kalteng 1 hotspot.

“Modusnya adalah alasan ekonomi karena pembakaran lebih murah,” katanya.

Saat ini, upaya pemadaman dilakukan terus menerus. BNPB telah memperkuat Pemda dengan mengerahkan helicopter, pesawat dan modifikasi cuaca. Seperti di Sumatera Selatan ada 4 pesawat dan heli untuk pemboman air yakni Bolco, MI-8, Kamov, Sirkorsky dan Air Tractor.

Pesawat Casa 212 digunakan untuk modifikasi cuaca. Total 10.032 sorti penerbangan sudah dilakukan untuk menjatuhkan air 24,4 juta liter guna memadamkan api. Modifikasi cuaca sudah menebarkan 67 ton garam ke awan.

Hal serupa juga dilakukan di Kalimantan Tengah, Riau, dan Kalimantan Barat. Namun pembakaran di darat masih terus dilakukan. Sehingga hotspot semakin meningkat. Pihaknya berharap upaya penegakan hukum harus lebih ditingkatkan untuk memberikan efek jera.

“Gubernur, Bupati dan Walikota sebagai penanggung jawab utama penyelenggaran penanggulangan bencana di daerahnya harus dapat melakukan pencegahan,” imbuhnya.

Tag : Kabut Asap
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top