KOALISI MERAH PUTIH VS KOALISI INDONESIA HEBAT: DPR Bakal Tersandera Seperti 2004?

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Ana Muawanah mengingatkan agar perseteruan antarkoalisi jangan sampai membuat tugas DPR terhenti seperti pada 2004.
Giras Pasopati | 02 Oktober 2014 14:50 WIB
Kericuhan di sidang perdana DPR RI 2014-2019 - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA – Peta politik yang terjadi di DPR saat ini menempatkan para wakil parpol dalam dua kubu koalisi, yakni Koalisi Merap Putih pendukung Prabowo Subianto dan Koalisi Indonesia Hebat yang pro-Jokowi.

Terkait kondisi perseteruan dua kubu koalisi di DPR, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Ana Muawanah mengingatkan agar perseteruan antarkoalisi sebaiknya jangan sampai membuat tugas DPR terhenti seperti pada 2004.

Ana mengatakan berkaca dari sidang paripurna pada Rabu malam (1/10/2014), yang akhirnya berjalan ricuh karena buruknya tata tertib dan komunikasi, sebaiknya semua pihak mulai berbenah. Dia mengatakan pihaknya semalam juga tidak bisa mengutarakan pendapat sama sekali.

“Sempat berdiri dua kali dengan sopan, tetapi tidak diberi kesempatan bicara dan mic dimatikan,” ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Menurut Ana, waktu itu pihaknya ingin menyampaikan pandangan fraksi yang menganggap sidang tidak sah karena tidak mencapai kuorum, dan bahkan rapat tidak ditutup. Untuk komunikasi, lanjutnya, sebenarnya tergantung masing masing pihak.

“Yang penting jangan sampai terjadi seperti 2004, ada Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan. Kemudian tujuh bulan DPR tidak produktif karena tidak bisa bekerja sama sekali,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tidak baik juga jika koalisi terbesar kemudian menjadi dominan. Menurut Ana, sebaiknya semua pihak bisa dan mau untuk duduk bersama menyelesaikan masalah yang ada untuk negara.

Tag : dpr
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top