Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Semen dan LPG 12 kg Picu Inflasi Malang

Kenaikan harga semen dan LPG kemasan 12 kg menjadi bagian dari pemicu utama inflasi di Kota Malang pada September 2014.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 01 Oktober 2014  |  18:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MALANG — Kenaikan harga semen dan LPG kemasan 12 kg menjadi bagian dari pemicu utama inflasi di Kota Malang pada September 2014.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang M. Sarjan mengatakan pada September 2014 di Kota Malang terjadi inflasi sebesar 0,26% dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 113,83.

Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, tercatat semua kota mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Surabaya dan Jember sebesar 0,41 % dengan IHK sebesar masing-masing Surabaya 113,25 dan Jember sebesar 112,20.

Diikuti Kota Kediri 0,34 % dengan IHK 113,79, Kota Malang 0,26 % dengan IHK 113,83, Sumenep 0,25 % dengan IHK 112,16, Banyuwangi 0,11 % dengan IHK 112,84, Kota Madiun 0, 07 % dengan IHK 112,10.

Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Probolinggo sebesar 0,04 % dengan IHK sebesar 114,19.

“Sepuluh komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada September 2014, yakni semen, cabai merah, akademi/perguruan tinggi, sekolah menengah atas, bahan bakar rumah tangga, beras, sewa rumah, tahu mentah, kontrak rumah dan upah pembantu rumah tangga,” kata M. Sarjan di Malang, Rabu (1/10/2014).

Sedangkan 10 komoditas yang mengalami penurunan harga yakni bawang merah, angkutan udara, emas perhiasan, kelapa, angkutan antarkota, cabai rawit, telur ayam ras, gula pasir, apel dan tarip kendaraan travel.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan pada September 2014 mengalami inflasi sebesar 0,98 % atau terjadi kenaikan angka indeks dari 109,85 pada bulan Agustus 2014 menjadi 110,93 pada September 2014.

Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini semuanya mengalami inflasi. Sub-kelompok yang mengalami inflasi adalah sub-kelompok bahan bakar, penerangan dan air 1,52 % diikuti sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga 1,19 %, sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,87 %, dan sub-kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,39%.

Pada September 2014 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2501 %.

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah semen sebesar 0,0635 %, bahan bakar rumah tangga sebagai akibat dampak kenaikan LPG 12 kg sebesar 0,0504 %, sewa rumah sebesar 0,0430 %, kontrak rumah sebesar 0,0292 %, upah pembantu rumah tangga sebesar 0,0274 %, tarif listrik sebesar 0,0236 %.

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 09 Tahun 2014 tentang Tarif Listrik yang disediakan Oleh PT. PLN berlaku mulai 1 Agustus 2014, pada Agustus 2014 terjadi kenaikan tarif listrik prabayar sedangkan bulan September 2014 kenaikan tarip listrik reguler yakni kenaikan TDL 11% untuk R-3/TR (>2200 VA).

Yang juga mengalami kenaikan dalam kelompok ini, yakni lemari es 0,0090 %, kayu balokan 0,0020 %, pengharum/ pelembut cucian 0,0013 %, serta sabun detergent bubuk/cair 0,0005%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi inflasi malang
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top