Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Beras Malang Diproyeksi Surplus 75.000 Ton

Produksi beras di Kab. Malang, Jawa Timur, diproyeksikan bisa surplus 75.000 ton tahun ini karena diberlakukannya system rice intensification (SRI).
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 22 September 2014  |  16:40 WIB

Bisnis.com, MALANG—Produksi beras di Kab. Malang, Jawa Timur, diproyeksikan bisa surplus 75.000 ton tahun ini karena diberlakukannya system rice intensification (SRI).

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Malang Tomie Herawanto mengatakan sistem tersebut sudah diterapkan petani di setiap kecamatan di daerah tersebut.

“Di setiap kecamatan, paling tidak 100 hektare lahan persawahan sudah menggunakan SRI yang berarti luasannya mencapai 3.300 hektare karena jumlah kecamatan di sebanyak 33,” kata Tomie di Malang, Senin (22/9/2014).

Dengan SRI, maka pengelolaan pertanian betul-betul bisa intensif, mulai dari pemilihan benih unggul, penggunaan pupuk berimbang, sistem penanaman dengan menggunakan jajar legowo, dan lainnya.

Lahan pertanian yang ditanami padi dengan tidak menggunakan SRI pun tetap dikelola secara intensif seperti penggunaan bibit unggul, penggunakaan pupuk yang baik, dan lainnya.

Dengan cara itu, maka produktifitas padi di harapkan mencapai 7,5 ton perhektare gabah kering panen (GKP).

Produktivitas lahan sebesar itu meniungkat 17% bila dibandingkan rerata produktifitas padi tahun lalu yang mencapai 7,5 ton perhektar GKP.

“Bahkan panen raya padi di Kec. Tumpang beberapa waktu lalu produktifitasnya mencapai 8,8 ton perhektare GKP,” ujarnya.

Karena itulah, target surplus beras sebanyak bisa tercapai. Apalagi dampak musim kemarau tahun ini ternyata tidak terlalu serius bagi pertanian padi di Kab. Malang.

Faktot positif lainnya, banyak terjadi konversi tanaman tebu ke tanaman padi terkait dengan rendahnya harga gula di tingkat lelang pabrik gula (PG).

Yang juga dapat meningkatkan produksi padi di Kab. Malang karena lahan pertanian relatif terjaga, tidak terkonversi menjadi wilayah terbangun.

Kebijakan tidak mengalihkan lahan pertanian menjadi lahan untuk permukiman dan lainnya bahkan diatur dalam peraturan daerah setempat.

“Kami tidak akan memberikan rekomendasi adanya konversi lahan pertanian untuk kepentingan lain,” ujarnya.

Bupati Malang Rendra Kresna dalam suatu kesempatan menegaskan pengembangan permukiman di daerah tersebut tetap didorong namun dengan tidak mengorbankan lahan pertanian. Kelestarian lahan pertanian akan dijaga untuk menjaga ketahanan pangan.

Tomie memperkirakan, tahun ini lahan tebu yang dikonversi menjadi lahan pertanian padi diperkirakan mencapai sekitar 4.000 hektare dari total lahan tebu seluas 44.000 hektare.

Tahun lalu, surplus beras di Kab. Malang mencapai 68.00 ton dengan diberlakukannya intensifikasi tanaman padi.

Luas tanaman padi di Kab. Malang mencapai 46.000 hektare, sedangkan penanaman padi sebanyak 2,5 kali dalam setahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malang produksi beras
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top