Sekjen PBB Khawatirkan Rencana Israel Caplok Tanah di Tepi Barat

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon khawatir terhadap rencana Israel untuk mengambil alih 400 hektare tanah Palestina di daerah Bethlehem di selatan Tepi Barat yang diduduki.
News Editor | 02 September 2014 09:50 WIB

Bisnis.com, WASHINGTON DC- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon khawatir terhadap rencana Israel untuk mengambil alih 400 hektare tanah Palestina di daerah Bethlehem di selatan Tepi Barat yang diduduki.

Israel mengumumkan langkah itu Minggu (31/8/2014), yang menurut pihak militer mengatakan berasal dari keputusan politik yang diambil setelah pembunuhan tiga remaja Israel pada Juni lalu di daerah yang sama, dikenal oleh orang Israel sebagai blok pemukiman Gush Etzion.

"Sekretaris Jenderal khawatir dengan pengumuman oleh pihak berwenang Israel untuk menyatakan apa yang disebut 'tanah negara' hampir 400 hektare di daerah Bethlehem di Tepi Barat," kata juru bicara itu, Senin (1/9/2014) waktu setempat.

"Pencaplokan satu petak besar tanah seperti itu berisiko membuka jalan bagi aktivitas pemukiman lebih lanjut, yang  seperti PBB telah tegaskan di banyak kesempatan adalah tindakan ilegal berdasarkan hukum internasional dan benar-benar bertentangan dengan solusi dua-negara yang ingin dicapai."

Sekjen PBB menyerukan kepada Israel untuk mengindahkan seruan-seruan masyarakat internasional untuk menahan diri dari kegiatan permukiman dan mematuhi komitmennya berdasarkan hukum internasional dan Peta-jalan Kuartet.

Amerika Serikat pada Senin juga mendesak Israel untuk membatalkan rencana itu, yang telah membuat marah Palestina dan mengejutkan para pegiat perdamaian Israel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina

Sumber : Antara/AFP
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top