TIM TRANSISI: Bertemu Wapres Boediono. Ini Poin Yang Dibahas

Rombongan tim transisi yang terdiri dari Rini Soemarno, Andi Widjajanto, Anies Baswedan, Hasto Kristiyanto, Faisal Akbar, dan Eko Putro Sandjojo tiba di kantor Wapres pukul 13.30.
Annisa Sulistyo Rini | 02 September 2014 17:10 WIB
Wapres Boediono - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Tim transisi Jokowi-Jusuf Kalla hari ini, Selasa (2/9/2014) bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres yang terletak di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Rombongan tim transisi yang terdiri dari Rini Soemarno, Andi Widjajanto, Anies Baswedan, Hasto Kristiyanto, Faisal Akbar, dan Eko Putro Sandjojo tiba di kantor Wapres pukul 13.30.

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup selama sekitar satu jam.

Ketua Kantor Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno, mengatakan kedatangan ke kantor Wapres kali ini bertujuan untuk meminta arahan kepada Boediono agar dapat berkomunikasi secara efektif dengan para menteri di pemerintahan saat ini.

"Selain itu, kami juga berharap mendapat informasi dari pemerintah sehubungan dengan program-program baik yang saat ini sudah berjalan atau yang belum dijalankan," katanya seusai pertemuan, Selasa (2/9/2014).

Melalui pertemuan dengan wapres ini, tim transisi mendapat arahan dari Wapres apa saja program pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono yang dapat diteruskan dan apa saja program SBY-Boediono yang belum dilaksanakan, dapat dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

"Kami juga berbicara mendalam mengenai jaringan sosial untuk dapat berkomunikasi dengan kantor-kantor dan kementerian yang terkait dengan program kerja kami," lanjut Rini.

Sementara itu, Deputi Kantor Transisi Andi Widjajanto menjelaskan, dalam pertemuan tersebut ada lima topik besar yang dibahas Tim Transisi dengan wakil presiden Boediono.

Hal pertama yang dibahas adalah masalah penguatan kelembagaan presiden.

Dosen Universitas Indonesia itu menyatakan Tim Transisi meminta arahan dari Boediono mengenai pembagian tugas presiden dan wakil presiden selama pemerintahan SBY-Boediono untuk memperkaya program kerja kepresidenan dan untuk referensi opsi penguatan kelembagaan.

"Kedua, mengenai ekonomi makro, APBN 2015, dan APBN-P 2015," tutur Andi.

Terkait hal tersebut, Boediono memberi arahan strategis apa saja program-program Jokowi-JK yang kiranya harus dimasukkan ke APBN dan program apa saja yang harus ditunda.

Seperti diketahui, pengesahan Rancangan APBN 2015 menjadi APBN 2015 akan dilaksanakan pada 23 September 2014.

Ketiga, lanjut Andi, Wapres Boediono memberi saran dan arahan strategis kepada Tim Transisi untuk melanjutkan program SBY-Boediono yang dinilai mirip dengan program utama Jokowi-JK, yaitu program tol laut.

Keempat, di bidang kesejahteraan masyarakat, Tim Transisi meminta izin kepada Boediono untuk mendapat data dasar yang bisa digunakan untuk stimulasi program kesejahteraan masyarakat seperti program untuk petani dan masyarakat pedesaan.

"Pak Boediono memberi pintu masuk ke Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan untuk mendapat data dasar," ucap Andi.

Terakhir, Wapres menekankan kepada pemerintahan Jokowi-JK melalui Tim Transisi untuk memprioritaskan pembangunan di Papua, baik dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, dan program-program affirmative action.

Setelah bertemu dengan Wakil Presiden Boediono, Tim Transisi berencana menemui menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan Djoko Suyanto , menteri koordinator perekonomian Chairul Tanjung, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi untuk menindaklanjuti pertemuan dengan Wapres hari ini.

"Rencana ketemu Menko Polkuham Kamis malam atau Jumat pagi, yang lain masih diagendakan," pungkasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wapres boediono, tim transisi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top