Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABINET JOKOWI: Inilah 20 Rekomendasi dari ICW

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengimbau kepada pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk berani memberantas setiap perkara tindak pidana korupsi di Indonesia setelah dilantik pada bulan Oktober 2014 nanti.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Agustus 2014  |  17:51 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengimbau kepada pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk berani memberantas setiap perkara tindak pidana korupsi di Indonesia setelah dilantik pada bulan Oktober 2014 nanti.

Pasalnya, menurut ICW, korupsi adalah ancaman terbesar bagi pemerintah untuk menjalankan mandat konstitusi.

Penegasan tersebut disampaikan Koordinator ICW, Ade Irawan dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (19/8/2014).

"Sebagus apapun program dan sebagus apapun janji kampanyenya, tidak akan jalan kalau korupsi masih ada. Kami, ICW, mau bantu pemerintahan datang dalam mencegah korupsi," tuturnya.

Oleh karena itu, ICW memberikan 20 rekomendasi kepada pasangan Jokowi-JK untuk memberantas setiap kasus korupsi yang ada di Indonesia dalam 100 hari setelah Jokowi-JK dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.

"Penyusunan kabinet dan pimpinan lembaga pemerintahan tidak didasarkan pada politik dagang sapi," tukas Ade.

Berikut 20 usulan 100 hari pemerintahan Jokowi-JK dari ICW:

1. Pilih pimpinan penegak hukum dan unit pendukung pemberantasan korupsi yang bersih dan berkomitmen.

2. Optimalisasi langkah penindakan perkara korupsi.

3. Mendorong langkah-langkah pemberian efek jera terhadap koruptor.

4. Mendorong lahirnya regulasi yang pro antikorupsi.

5. Memperkuat sinergi dan dukungan terhadap lembaga penegak hukum dan KPK.

6. Presiden menginstruksikan kepada pimpinan di kementerian atau lembaga untuk melakukan rekrutmen pejabat eselon I, II, dan III dilakukan secara terbuka dengan melibatkan partisipasi publik dalam melacak rekam jejak calon pejabat.

7. Presiden menginstruksikan Kementerian PAN dan RB agar mengevaluasi Roadmap Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2015 terutama mengkaitkan kewajiban masing-masing instansi untuk melibatkan publik dan masyarakat sipil dalam penyusunan dan implementasi Rencana Aksi Reformasi Birokrasi.

8. Memperkuat kewenangan dan peran Satuan Pengawas Internal (SPI) seperti inspektorat, BPKP, Bawasda atau Bawasko melalui perbaikan regulasi.

9. Presiden mengevaluasi sistem Pengadaan Barang dan Jasa sebagai sarana untuk mennjamin transparansi dan akuntabilitas belanja negara. Perlu dibuat RUU pengadaan barang dan jasa yang di dalamnya mengatur mekanisme pengadaan secara online, memaksimalkan fungsi LKPP, menerapkan system blacklist pada perusahaan yang pernah terbukti melakukan korupsi

10. Presiden memberikan instruksi kepada pimpinan kementeria atau lembaga dan kepala daerah untuk mengimplementasikan UU Keterbukaan Informasi Publik, antara lain dengan membentuk Pejabat Penggelola Informasi dan Dokumentasi dan menerapkan sanksi tegas kepada lembaga-lembaga yang mengabaikan putusan komisi informasi.

11. Melaksanakan pengelolaan perpajakan yang transparan dan akuntabel guna mewujudkan kenaikan rasio penerimaan pajak menjadi 14-15 persen pada 2019.

12. Mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan serta mengoptimalkan penerimaan negara dan dampak ekonominya bagi kesejahteraan rakyat banyak.

13. Menjalankan politik pengelolaan anggaran yang mengedepankan kepentingan rakyat banyak, terukur dan berbasis kinerja dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bersama.

14. Menjamin keterlibatan publik dalam pengelolaan anggaran dan pendapatan negara serta memberikan akses luas dalam proses penyusuanan, pelaksanaan dan pengawasannya.

15. Melakukan pengawasan dan penegakan hukum terkait penyimpangan anggaran yang mengakibatkan kerugian keuangan dan perekonomian negara, guna menjamin alokasi anggaran yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

16. Menyelesaikan RUU Otonomi Daerah dan RUU Pemilu Kepala Daerah dengan berprinsip pada pengaturan kewenangan daerah dan mendorong politik lokal yang lebih demokratis.

17. Menyusun APBN-P yang merealisasikan visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih yang telah disampaikan pada saat kampanye dengan mengutamakan efisiensi, efektivitas dan kepentingan rakyat.

18. Menginstruksikan penuntasan sistem data kependudukan dalam kementerian dalam negeri untuk kepentingan pemilu dan pelayanan publik

19. Mulai merevisi UU Partai Politik sebagai langkah awal mendorong reformasi partai khususnya dalam hal akuntabilitas dan transparansi pendanaan.

20. Presiden haru menginisiasi stakeholder forum secara rutin untuk melakukan evaluasi dan menyusun langkah strategis tentang agenda pemberantasan korupsi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabinet Jokowi-JK
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top