Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PILPRES 2014: Dana Kampanye Jokowi Lebih Besar dari Prabowo

Kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla ternyata jor-joran dalam pilpres dengan menghabiskan dana kampanye lebih dari Rp311,8 miliar.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 18 Juli 2014  |  16:49 WIB
PILPRES 2014: Dana Kampanye Jokowi Lebih Besar dari Prabowo
QUICK COUNT PILPRES 2014
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla ternyata jor-joran dalam pilpres dengan menghabiskan dana kampanye lebih dari Rp311,8 miliar.

Angka itu lebih besar dibandingkan dengan biaya kampanye pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang secara total pengeluarannya hanya Rp166,5 miliar.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK Akbar Faizal mengatakan total dana kampanye yang terkumpul Rp312,3 miliar berasal dari sumbangan capres, cawapres, partai pengusung dan sumbangan langsung masyarakat.

Dalam laporan akhir dana kampanye di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat Jakarta Jumat (18/7/2014) disebutkan total penerimaan dana kampanye Jokowi-JK Rp312.376.119.823 dikurangi total dana terpakai Rp311.899.377.825 sehingga masih tersisa dana kampanye Rp476.741.998.

"Itu total laporan yang kami laporkan KPU hari ini dan sudah diterima," katanya.

Rincian pemasukan dana kampanye berasal dari capres Joko Widodo, cawapres Jusuf Kalla, partai pengusung meliputi PDI-P, Nasdem, PKB, Hanura, PKPI total sumbangannya Rp206.531.657.775.

Dari sumbangan masyarakat termasuk rekening bank yang dibuka atas nama Joko Widodo dan Jusuf Kalla terkumpul Rp105.844.462.048. Rincian sumbangan itu berasal dari lembaga perusahaan Rp63,1 miliar dan perorangan Rp42,7 miliar.

"Total penyumbang perorangan lebih dari 59.000 orang. Detailnya kami sudah bekerjasama dan mendapat persetujuan dari Bank," kata Akbar.

Penggunaan sisa dana kampanye Rp476 juta akan diputuskan capres dan cawapres setelah melalui tahap audit. Kubunya siap mengembalikan dana kampanye kepada negara apabila ditemukan penggunaan dana tidak jelas.

Adapun penggunaan dana paling besar dipakai untuk iklan media cetak dan elektronik Rp151,2 miliar. Yang lain dipakai untuk atribut dan berbagai kegiatan kampanye

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Hasil PILPRES 2014
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top