Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tuduhan PKI Hasutan Model Orde Baru

Fitnah yang mengaitkan calon presiden Joko Widodo dengan komunis atau PKI merupakan hasutan model Orde Baru untuk membungkam lawan politik. Di masa Orde Baru orang yang dituduh PKI bisa kehilangan nyawa dan mengalami kematian atau kehilangan hak-hak perdata.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 04 Juli 2014  |  15:41 WIB
Tuduhan PKI Hasutan Model Orde Baru
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Fitnah yang mengaitkan calon presiden Joko Widodo dengan komunis atau PKI merupakan hasutan model Orde Baru untuk membungkam lawan politik.

Pada masa Orde Baru orang yang dituduh PKI bisa kehilangan nyawa dan mengalami kematian atau kehilangan hak-hak perdata. 

Alhasil, tuduhan tersebut membuat Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengecam tudingan tersebut dan memicu kemarahan massa dan kader partai berlambang banteng itu di berbagai daerah dengan cara memprotes pernyataan tuduhan PKI tersebut. 

Pengamat politik Fadjroel Rachman mengatakan seseorang yang mendapat label PKI mengalami kematian perdata yang mana sejumlah haknya dimatikan. Misalnya hak mendapatkan kredit Bank, hak memperoleh pendidikan, hak mendapatkan pekerjaan, hak menjadi tentara/polisi, selain sangat mungkin juga kehilangan nyawa. 

Ia berpendapat, hal itu dibidikkan kepada PDI-P dan Jokowi setelah kelompok pembangkit kekuatan Orde Baru itu tidak dapat dukungan di lapisan bawah masyarakat. "Karena labelisasi PKI atau komunis itu efektif mematikan seseorang di era Orde Baru maka kini dihidupkan lagi oleh sisa-sisa Orde Baru," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Menuduh PDI-P dan Jokowi sama saja mengirim sinyal bahwa Jokowi bisa kehilangan hak perdata dengan tidak bisa dicalonkan sebagai Presiden, bahkan lebih ekstrem lagi kehilangan nyawa. Oleh karena itu, Fadjroel mengimbau di tengah suasana Pilpres yang memanas agar jangan sesuka hati menuduh seseorang PKI. 

Dijelaskannya, praktek Orde Baru yang dihidupkan lagi melalui labelisasi PKI merupakan praktek politik Barbar yang menganggap lawan politik sebagai musuh yang harus dimusnahkan. "Praktek politik seperti itu hanya dikembangkan oleh orang-orang atau kelompok antidemokrasi," jelas Fadjroel. 

Jokowi-JK di lapisan masyarakat tidak bisa digoyahkan lagi dengan kampanye hitam seperti kristenisasi, keturunan China dan berbagai fitnah lainnya. Oleh karena itu, kini disebarkan isu komunis dan PKI untuk menakut-nakuti masyarakat yang tujuannya untuk merebut suara masyarakat bawah, namun publik tidak goyah. 

Atas tuduhan komunis itu, tim hukum Jokowi-JK mempertimbangkan untuk melaporkan fitnah tersebut melalui jalur hukum sekaligus menunjukkan bahwa kubu nomor urut dua menghormati negara hukum. "Ini fitnah keji maka harus ditempuh melalui jalur hukum sebagai pembelajaran publik," kata Fadjroel. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi capres 2014
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top