Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 1 PUTARAN: Kubu Jokowi-JK Yakin Putusan MK Independen

Kubu pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Jusuf Kalla meyakini bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Undang-Undang Pilpres yang dilaksanakan satu putaran pada 9 Juli 2014 nanti, tidak sengaja disetting oleh pihak tertentu yang saat ini sedang berkuasa di kursi pemerintahan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 03 Juli 2014  |  19:51 WIB
PILPRES 1 PUTARAN: Kubu Jokowi-JK Yakin Putusan MK Independen
Capres nomer urut 2 Joko Widodo atau Jokowi memberikan salam dua jari saat melepas ribuan peserta acara Gerak Jalan Revolusi Mental di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (22/6). Acara gerak jalan santai yang digelar oleh Koalisi Rakyat Indonesia Hebat. - antara

Bisnis.com, BANDUNG - Kubu pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Jusuf Kalla meyakini bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Undang-Undang Pilpres yang dilaksanakan satu putaran pada 9 Juli 2014 nanti, tidak sengaja disetting oleh pihak tertentu yang saat ini sedang berkuasa di kursi pemerintahan.

Penegasan tersebut disampaikan juru debat pasangan capres-cawapres Jokowi-JK, Maruarar Sirait di Bandung, Kamis (3/7/2014).

"Saya tidak khawatir, karena rakyat akan mengawasi proses yang ada. Saya yakin MK yang sekarang bisa dipercaya dan independen," tuturnya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, independensi MK saat ini dapat dilihat dalam menangani kasus Akil Mochtar, yang terlibat suap namun tidak dilindungi oleh MK.

"Tentu MK ingin menunjukkan bahwa MK independen dan netral," katanya.

Kendati demikian, Ketua Taruna Merah Putih tersebut tetap menghormati apa yang telah menjadi keputusan MK. Namun, Maruarar tetap mendesak MK untuk independen dan tidak memihak kepada kepentingan sekelompok orang.

"Kita menghormati keputusan MK, tentu sebagai lembaga yang kalau ada pembahasan persepsi yang menyangkut tentang Undang-Undang kan dan kita minta MK betul-betul independen dan objektif," tukasnya.

Seperti diketahui, MK telah memutuskan mengabulkan permohonan uji materi Pasal 159 ayat (1) Undang-Undang nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden terhadap UU 1945. Oleh karena itu, Pilpres tanggal 9 Juli nanti akan berlangsung satu putaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi capres 2014
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top