Diminati Investor, Bisnis Hotel dan Restoran di Kendal

Para investor tertarik untuk membenamkan modal di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada sektor perdagangan hotel dan restoran. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah usaha pada sektor ini yang mencapai 242 jenis dari total 372 usaha.
Muhammad Khamdi | 02 Juli 2014 17:34 WIB
Ilustrasi hotel. Bisnis hotel dan restoran di Kendal prospektif

Bisnis.com, KENDAL—Para investor tertarik untuk membenamkan modal di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada sektor perdagangan hotel dan restoran. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah usaha pada sektor ini  yang mencapai 242 jenis dari total 372 usaha.

Data Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kendal menyebutkan realisasi investasi berdasarkan kelompok usaha yang menduduki jumlah terbanyak pada 2013 yakni terdapat 242 untuk usaha perdagangan hotel dan restoran dengan nilai investasi sebesar Rp42,1 miliar.

Namun dilihat dari sisi investasi, sektor jasa perusahaan, keuangan dan persewaan menduduki porsi investasi terbesar yaitu Rp75,5 miliar dengan jumlah usaha 15 unit.

Kepala Bidang Penanaman Modal BPMPT Kabupaten Kendal Safiah memaparkan bisnis restoran dan hotel sangat prospek lantaran Kendal sebagai kabupaten penyangga Ibu Kota Jawa Tengah.

Selain itu, kata dia, banyak pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil dari berbagai daerah biasanya memilih rest area di kabupaten ini dengan pertimbangan lokasi yang nyaman dan jauh dari kemacetan.

“Makanya restoran di setiap titik hampir tidak pernah sepi dari pembeli. Apalagi sekarang menjelang Lebaran, banyak pemudik yang mampir ke rumah makan,” papar Safiah saat ditemui Bisnis, Rabu (2/7/2014).

Dia memaparkan pelaku usaha yang tertarik berbisnis restoran dan hotel didominasi dari investor lokal di Kabupaten Kendal. Menurutnya, nilai investasi di Kendal terbilang terus mengalami kenaikan 10% tiap tahun.

Safiah mengakui nilai investasi terbesar pada 2011 yang menembus angka Rp1,1 triliun. Adapun pada tahun berikutnya nilai investasi turun menjadi Rp424 miliar, disusul penurunan kembali terjadi pada 2013 yang hanya mencatatkan angka investasi Rp186 miliar.

Pihaknya menjelaskan penurunan tersebut bukan lantaran para pengusaha hengkang dari Kabupaten Kendal, melainkan belum ada investor baru yang mendirikan restoran dan hotel baru.

"Jadi trend investasi di sini naik 10% tiap tahun. Angka penurunan itu karena ada juga perusahaan yang berdiri di sini namun pencantuman modal telah dilaporkan ke pusat,” tuturnya.

Safiah menambahkan realisasi nilai investasi berdasarkan bentuk perusahaan masih didominasi oleh perseroan terbatas (PT) dengan angka investasi mencapai Rp79,6 miliar, adapun nilai investasi untuk persekutuan komanditer (CV) sebesar Rp65 miliar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hotel

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top