Tarif Listrik Naik, Hotel dan Restoran di Bali Bersiap Kurangi Layanan

Pelaku usaha hotel dan restoran di Bali bersiap mengurangi kualitas pelayanan sebagai imbas dari kenaikan tarif dasar listrik.
Feri Kristianto | 02 Juli 2014 17:22 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, DENPASAR--Kalangan pelaku usaha hotel dan restoran di Bali bersiap mengurangi kualitas pelayanan sebagai imbas dari kenaikan tarif dasar listrik. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace mengungkapkan pilihan mengurangi layanan paling memungkinkan dibandingkan dengan menaikkan tarif kamar.

Layanan yang dikurangi misalnya jika sebelumnya satu petugas hanya melayani lima tamu, maka sekarang melayani 10 tamu.

"Itu contoh saja, yang pasti pilihannya mengurangi layanan, karena kalau menaikkan tarif sudah susah, persaingan hotel di Bali saat ini sangat ketat sehingga tidak mungkin naikkan tarif," ujar Cok Ace kepada Bisnis, Rabu (2/7/2014).

PHRI Bali memperkirakan dampak kenaikan tarif dasar listrik menyebabkan pembengkakan biaya operasional perhotelan hingga 50%. Menurutnya, pengeluaran operasional hotel di Bali untuk energi rata-rata 30% dari total biaya operasional.

Dia menuturkan jika sebelumnya rerata pengeluaran hotel untuk energi mencapai Rp250 juta per bulan, maka setelah kenaikan ini dapat mencapai Rp375 juta per bulan.

Berdasarkan data PHRI Bali, hingga akhir 2013 tercatat ada 1.031 hotel non bintang dengan 21.114 kamar, hotel berbintang dengan 20.269 kamar, dan 1.025 vila dengan 4.642 kamar.

Jumlah itu belum termasuk kondotel, sehinggga diperkirakan jumlahnya mencapai 90.000 kamar di seluruh Bali.

Sebelumnya Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali Panudiana Kuhn mengkhawatirkan banyak pengusaha kecil, termasuk hotel dan restoran akan bangkrut akibat kenaikan tersebut.

Apalagi, lanjutnya, bagi pengusaha hotel dan restoran pengeluaran untuk listrik merupakan yang terbesar kedua setelah gaji untuk karyawan.

Menurutnya kondisi itu akan semakin memberatkan kalangan pelaku usaha hotel terutama skala kecil yang dibangun sebelum 2001. "Belum ada kenaikan saja hotel sudah susah karena persaingan semakin ketat," jelasnya.

Tag : perhotelan
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top