PILPRES 2014: Berani Naikkan UMP DKI 44%, Jokowi Klaim Pro Buruh

Calon presiden Joko Widodo mengklaim dirinya pro terhadap buruh. Menurut Jokowi, hal tersebut dapat dilihat pada saat dia menjabat Gubernur DKI Jakarta yang berani menaikkan upah minimum pekerja (UMP) hingga 44%.
Sholahuddin Al Ayyubi | 02 Juli 2014 18:54 WIB
jokowi - Antara

Bisnis.com, SUKABUMI--Calon presiden Joko Widodo mengklaim dirinya pro terhadap buruh. Menurut Jokowi, hal tersebut dapat dilihat pada saat dia menjabat Gubernur DKI Jakarta yang berani menaikkan upah minimum pekerja (UMP) hingga 44%.

Penegasan tersebut disampaikan Jokowi pada saat berada di pabrik tekstil dan garmen di kawasan berikat PT Daehan Global. "Pada waktu menjadi Gubernur di DKI, UMP saya naikkan 44%," tutur Jokowi di Sukabumi, Rabu (2/7/2014).

Alhasil, menurut Jokowi, setelah menaikkan UMP tersebut, dirinya kerap dimaki-maki pengusaha pabrik. Kendati demikian, Jokowi memiliki perhitungan sendiri.

"Saya itu diamuk dan dimaki pengusaha. Tapi saya punya hitung-hitungannya ada, untuk sekolah berapa, ongkos berapa. Pas saya hadapi, pengusaha mau mengerti," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, buruh seharusnya tidak perlu melakukan demo untuk meminta kenaikan upah. Salah satu cara yang baik, menurut Jokowi yakni dengan cara melakukan komunikasi dua arah, dari bawahan kepada atasan dan sebaliknya.

"Bagaimana kerja sama perusahaan dan pekerja harus sejalan. Kalau konflik, pemerintah lah yang mengambil keputusan. Tidak usahlah banyak demo, temui dan musyawarah yang baik. Yang penting pemerintahnya mau turun ke bawah," tukas Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi

Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top