PILPRES 2014: Kampanye Senyap Bakal Usik Masa Tenang

Peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menduga, pada masa tenang yang berlangsung 6-8 Juli, kampanye dari kedua kubu akan tetap berlangsung.
Miftahul Khoer | 02 Juli 2014 17:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menduga, pada masa tenang yang berlangsung 6-8 Juli, kampanye dari kedua kubu akan tetap berlangsung.

“Ya, saya kira kampanye akan terus terjadi, terutama dari media baik SMS, Blackberry messenger, media sosial dan lainnya. Kalau media cetak dan elektronik saya kira tidak” kata Siti di Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Menurutnya, kampanye hitam juga akan terus terjadi pada masa tenang yang terus dilancarakan oleh kedua kubu.

Siti mengatakan kampanye hitam dan negatif saat ini telah mengerucut pada hal-hal yang paling kecil. “Kedua kubu sekarang sudah saling menguliti dan menelanjangi lawan masing-masing,” katanya.

Dia meminta Bawaslu untuk tegas dalam menindak kampanye hitam yang bisa merugikan masing-masing kandidat. Meskipun, katanya, personel Bawaslu cukup sedikit untuk menidak.

“Tapi seharusnya aparat penegak hukum juga terlibat untuk membereskan soal kampanye hitam ini,” paparnya.

Dia menambahkan, pada masa tenang nanti, bukan berarti kampanye kedua kubu akan benar-benar distop.

Justru, katanya, kedua kubu akan melangsungkan kampanye dalam keadaan sunyi senyap, tidak terbuka dan ramai.

Pilpres 2014 akan digelar pada 9 Juli dengan diikuti oleh pasangan nomor urut 1 yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pilpres 2014

Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top