PILPRES 2014: Tanggapan Fadli Zon Soal Hubungan Obor Rakyat dengan Hatta

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tidak tahu menahu kabar tabloid Obor Rakyat yang mendiskreditkan Capres Joko Widodo awalnya untuk menaikkan popularitas Capres Hatta Rajasa saat masih di kabinet yang termuat di laporan investigasi Media Indonesia.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Juli 2014 00:10 WIB
Tabloid Obor - Antara/Syaiful Arif

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tidak tahu menahu mengenai kabar bahwa tabloid Obor Rakyat yang mendiskreditkan Calon Presiden Joko Widodo awalnya untuk menaikkan popularitas calon Wakil Presiden Hatta Rajasa saat masih di kabinet yang termuat di laporan investigasi Media Indonesia.

Dalam laporan terbitan Senin (30/6/2014) disebutkan tabloid Obor Rakyat didanai oleh pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid yang dikabarkan dekat dengan mantan Menko Perekonomian tersebut.

“Tidak tahu saya masalah itu. Yang ngurusin masalah seperti itu bukan tim kampanye nasional, sudah ada yang memproses. Kita kampanye positif aja, enggak ada kampanye hitam. Kritik terang-terangan aja, enggak perlu pakai lain-lain,” kata Fadli di Jakarta, Selasa (1/7/2014).

Ketika dimintai konfirmasi mengenai kedekatan Hatta dengan pengusaha minyak tersebut, Fadli malah menuding pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan titipan yang akan digunakan untuk kampanye hitam.

Namun, setelah dijelaskan tujuan pertanyaan Bisnis.com untuk mengklarifikasi berita di Media Indonesia tersebut, Fadli menjawab tidak perlu dipermasalahkan kedekatan Hatta dengan siapapun, termasuk pengusaha.

Ya enggak apa-apa kan dekat dengan pengusaha. Pihak sana [Jokowi-JK] juga dekat dengan banyak pengusaha kok,” ujarnya.

Fadli menambahkan dirinya belum pernah membaca atau melihat secara langsung tabloid Obor Rakyat yang dipimpin oleh Setiyardi Budiono tersebut. Namun, dirinya mengimbau agar melihat dahulu latar belakang pemimpin redaksi dan penulis tabloid Obor Rakyat itu.

“Setiyardi sama Darmawan kan dulunya wartawan Tempo,” lanjut Fadli.

Seperti diketahui, Tempo merupakan salah satu media yang dinilai Fadli telah menjadi media partisan dalam kampanye Pilpres 2014, selain Kompas. Fadli pernah mengatakan porsi pemberitaan kedua media cetak tersebut sudah tidak berimbang dalam memberitakan Capres Prabowo Subianto.

Sementara itu, Hatta Rajasa membantah tudingan bahwa dirinya mendanai Obor Rakyat dengan tujuan melakukan kampanye hitam terhadap saingannya pasangan Jokowi-JK.

Hatta mengatakan kabar tersebut merupakan fitnah ketika dimintai konfirmasi sebelum acara debat antar cawapres, Minggu (29/6/2014).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pilpres 2014

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top