ECB Bakal Ambil Alih Peran The Fed

Ketika era easy money mulai berakhir di Amerika Serikat dengan ditariknya pembelian obligasi bulanan, European Central Bank (ECB) justru mengguyur Eropa dengan pasokan uang yang melimpah.
Amanda Kusumawardhani | 02 Juli 2014 19:00 WIB
Gedung The Fed. ECB bakal ambil alih peran bank sentral AS

Bisnis.com, PARIS—Ketika era easy money  mulai berakhir di Amerika Serikat dengan ditariknya pembelian obligasi bulanan, European Central Bank (ECB) justru mengguyur Eropa dengan pasokan uang yang melimpah.  

Marios Maratheftis, Ketua Riset Makro Standard Chartered Plc mengungkapkan langkah ECB itu bisa dikatakan mampu mengimbangi meningkatnya aset berisiko, bahkan ketika the Fed mulai menaikkan suku bunganya.

“Jika ada bank sentral yang bisa mengambil alih peran the Fed terkait dampaknya terhadap likuditas global, maka jawabannya adalah ECB,” tambah Maratheftis di Dubai, Rabu (2/7/2014).

Pasalnya, peran the Fed dalam meningkatkan likuditas dunia telah merosot sejak April 2013. Pada saat yang sama, bank sentral tersebut juga mulai mengumumkan rencananya untuk memangkas pembelian obligasi bulanan atau yang biasa disebut tapering.

Berdasarkan perkiraan ekonom Standard Chartered, setiap kenaikan US$10 miliar pada suplai uang di AS, ada kenaikan hingga US$20,5 secara global. Angka itu turun dari posisi tahun lalu yaitu US$24,4 miliar.

Selain itu, untuk setiap kenaikan US$10 miliar pasokan uang di zona euro, ada kenaikan sekitar US$19,7 miliar secara global, atau naik dari US$18 miliar.

Dengan berakhirnya program quantitative easing (QE), the Fed telah kehilangan 35% perannya dibandingkan posisi ECB yang naik menjadi 5%.

Sejumlah ekonom juga meyakini jika pasokan uang global stabil, ECB membutuhkan US$10 miliar untuk menambah likuditas dari setiap US$9,5 miliar yang ditarik oleh bank sentral AS.

Jika kondisi tersebut terjadi, makan Standar Chartered memprediksi ECB bakal memulai QE setidaknya akhir tahun ini.

“Fokus harusnya mulai bergeser dari the Fed ke ECB saat ini. Keputusan ECB mungkin saja didasari isu domestik, tetapi dampaknya dapat berfek global,” kata Standar Chartered.  

Ekspektasi pasar keuangan terkait intervensi ECB semakin meningkat akibat rendahnya inflasi, dan tingginya angka pengangguran. Sebut saja, inflasi stagnan pada Juni tahun ini yaitu 0,5% dari Mei 2014. Jika dibandingkan dengan Juni 2013, inflasi merosot dari 1,6%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
zona euro

Sumber : Bloomberg
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top