IMF: Ekonomi Rusia di Jurang Isolasi

Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan sanksi terhadap Rusia menyeret turun pertumbuhan ekonomi negara itu seiring dengan melemahnya investasi.
Amanda Kusumawardhani | 02 Juli 2014 19:27 WIB

BIsnis.com, ST PETERSBURG—Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan sanksi terhadap Rusia menyeret turun pertumbuhan ekonomi negara itu seiring dengan melemahnya investasi. Kondisi tersebut dapat memojokkan Negeri Beruang Merah ini ke periode isolasi ekonomi.

Meski pertumbuhan ekonomi Rusia berpeluang naik ke kisaran 0,5%-1% pada tahun ini, IMF mempertahankan proyeksinya bahwa ekonomi negara itu hanya tumbuh 0,2%.

“Bahkan, tanpa adanya ketegangan politik dengan Ukraina, ketidakpastian yang lama dapat menekan konsumsi, investasi yang lesu, tekanan nilai tukar, dan eksodus modal keluar lebih buruk dari perkiraan sebelumnya,” tambah IMF, Senin (1/7/2014).    

Setelah Krimea bergabung ke Rusia, negeri yang dulunya bernama Uni Soviet ini dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Sanksi tersebut meliputi pembekuan aset dan larangan perjalanan. Akibatnyat, rubel langsung bergerak fluktuatif dan aliran modal keluar mencapai US$80 miliar sepanjang Januari-Mei tahun ini.  

Namun, pemerintah dan bank sentral Rusia meyakini sanksi tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, apalagi rubel menunjukkan pemulihan berarti.

Di sisi lain, mantan Menteri Keuangan Rusia Alexei Kudrin sempat mengungkapkan sanksi dari ‘Barat’ itu berisiko memangkas produk domestik bruto (PDB) hingga 1%-1,5% tahun ini.  

“Kekhawatiran terkait krisis geopolitik di Ukraina dan risiko penjatuhan sanksi tambahan bagi Rusia semakin memperkuat ketidakpastian iklim bisnis, sehingga berefek lesunya investasi,” jelas IMF.

 

Sumber : Reuters

Tag : imf
Editor : Taufik Wisastra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top