Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jabar Catat Laju Inflasi 0,38%

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat laju inflasi pada Juni 2014 mencapai 0,38% dan laju inflasi tahun kalender sebesar 1,77%.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 01 Juli 2014  |  14:48 WIB

BANDUNG--Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat laju inflasi pada Juni 2014 mencapai 0,38% dan laju inflasi tahun kalender sebesar 1,77%.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei lalu sebesar 0,09%.

Dari tujuh kota pantauan indeks harga konsumen (IHK) di Jabar seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sukabumi sebesar 0,48%, diikuti Kota Bekasi 0,47%, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya masing-masing 0,43%, Kota Cirebon 0,33%, serta Kota Bandung sebesar 0,20%.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dody Gunawan Yusuf mengatakan kelompok bahan makanan menjadi penyumbang inflasi tertinggi.

Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi pada bumbu dan daging.

Sementara itu, komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi dari kelompok ini antara lain daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.

“Komoditi pengeluaran ini menjadi penyumbang inflasi tertinggi karena permintaan yang meningkat jelang Ramadan,” katanya, Selasa (1/7/2014).

Menurutnya, inflasi ini jauh lebih kecil yang telah diperkirakan sebelumnya sekitar 1%.

Sehingga, katanya, angka inflasi bulan depan diharapkan tidak terlalu tinggi saat momen Ramadan dan Idulfitri.

Adapun sepanjang Juni 2014 komponen kelompok bahan makanan inflasi 1,39%, makanan jadi 0,32%, perumahan 0,13%, sandang 0,03%, kesehatan 0,13%, pendidikan 0,09%, serta kelompok transportasi tercatat mencapai 0,09%.(K29)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jabar
Editor : Taufik Wisastra
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top