Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei IFES & LSI : Sosialisasi Pileg KPU Efektif Untuk Pemilih Muda

Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai cukup efektif sebagai sumber utama masyarakat dalam menerima informasi mengenai tata cara Pemilu Legislatif 9 April lalu. Namun, hasil ini cenderung diakui oleh pemilih muda saja.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 25 Juni 2014  |  16:24 WIB
Si Kora, maskot Pemilu 2014
Si Kora, maskot Pemilu 2014

Bisnis.com, JAKARTA — Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai cukup efektif sebagai sumber utama masyarakat dalam menerima informasi mengenai tata cara Pemilu Legislatif 9 April lalu. Namun, hasil ini cenderung diakui oleh pemilih muda saja.

Dalam temuan International Foundation for Electoral System (IFES) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sebanyak 74% masyarakat sekurang-kurangnya melihat satu pesan yang dibuat KPU dalam memberikan informasi kepada mereka mengenai proses pemilu.

Adapun 47% masyarakat Indonesia yang melihat, membaca, atau mendengar pesan tersebut mengaku berguna untuk mempelajari proses dan tata cara penyelenggaraan pemilu.

Namun, hanya 20% pengguna regular internet yang mengatakan mengakses informasi tersebut melalui website KPU dan hanya 10% yang mengatakan mereka mendapatkan informasi dari sosial media yang dikelola KPU.

Selebihnya, masyarakat menerima informasi yang lebih efektif dari media massa.

“Untuk ke depannya, KPU harus lebih mempromosikan websitenya dan merancang strategi efektif untuk menggunakan sosial media sebagai medium untuk menyebarkan pesan-pesan bagi pemilih,” kata Director Aplied Research IFES Rakesh Sharma dalam konferensi pers “Pendapat Masyarakat Indonesia Tentang Pemilu Legislatif 2014,” di Hotel Morrisey, Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Hasil survei juga mengemukakan bahwa pemilih yang berusia muda lebih memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang disediakan KPU dibandingkan dengan pemilih berusia 55 tahun keatas.

“Hal ini mungkin disebabkan KPU lebih memilih untuk menggunakan media massa untuk pendidikan pemilih dan sangat kecil sekali porsi yang disesuaikan untuk pemilih tua, dibandingkan pemilih muda,” kata Rakesh.

Komisioner KPU Hadar Navis Gumay mengatakan hasil survei ini akan dijadikan bahan kajian oleh KPU untuk memperbaiki kualitas pada pemilu yang akan datang.

“Akan kami kaji lebih lanjut, karena kami perlu tahu informasi seperti apa yang diinginkan pemilih muda dan pemilih tua lalu menyesuaikannya,” kata Hadar saat ditemui di tempat yang sama.

Survei ini dilakukan pada 1-10 Juni 2014, melibatkan 2.009 responden di 33 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tatap muka dengan margin of error 2,3%.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014 pileg 2014
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top