Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Obor Rakyat, Ini Jawaban Istana

Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otda Velix Wanggai menolak keterlibatan Istana dengan penerbitan Tabloid Obor Rakyat yang dipimpin oleh Asisten Staf Khusus Presiden Setyardi Boediono.
Anggi Oktarinda
Anggi Oktarinda - Bisnis.com 19 Juni 2014  |  19:54 WIB
Soal Obor Rakyat, Ini Jawaban Istana
Tabloid Obor - Antara/Syaiful Arif
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otda Velix Wanggai menolak keterlibatan Istana terkait penerbitan Tabloid Obor Rakyat yang dipimpin Asisten Staf Khusus Presiden, Setyardi Boediono.

Velix menegaskan bahwa tindakan menerbitkan Tabloid Obor Rakyat merupakan sikap dan langkah pribadi Setyardi dan tidak ada kaitannya dengan pihak istana.

Oleh karena itu, lanjutnya, setiap substansi yang dimuat pada Tabloid Obor Rakyat hanya mewakili pandangan pribadi Setyardi.

Hal itu sama sekali tidak mewakili pandangan pihak Istana.

“Kami sebagai atasan langsung Setyardi Budiyono menegaskan bahwa Staf Khusus Presiden maupun Istana tidak pernah mengeluarkan arahan atau instruksi kepada Setyardi dalam penerbitan tabloid Obor Rakyat itu,” ujar Felix sebagaimana diunggah laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Kamis (19/6/2014).

Setyardi, lanjut Velix, telah bertemu dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam terkait merebaknya persoalan yang dipicu laporan-laporan Obor Rakyat.

Tabloid itu dinilai telah melakukan kampanye hitam terhadap salah satu kandidat presiden dan wakil presiden yang berlaga dalam ajang Pemilihan Presiden 2014.

Kepada Dipo, Setyardi telah melaporkan latar belakang sikap, langkah pribadi, dan politik terkait keikutsertaannya dalam penerbitan Obor Rakyat.

“Sebagai langkah pribadi, Setyardi telah menyatakan siap bertanggungjawab atas apa yang dilakukan dalam penerbitan Obor Rakyat ini. Bentuk pertanggungjawaban itu dapat diklarifikasi di lembaga penegak hukum, lembaga pengawas Pemilu, maupun lembaga pengawas pers,” ujar Velix.

Velix memaparkan bahwa status Setyardi sedang cuti di luar tanggungan negara pada saat yang bersangkutan mengerjakan Tabloid Obor Rakyat.

Status cuti itu dilakukan pada periode akhir April – akhir Juli 2014. Sehari-hari, Setyardi bertanggung jawab dalam urusan pembangunan perkotaan dan perdesaan.

Pemimpin Redaksi Obor Rakyat tersebut juga bertugas sebagai koordinator kewilayahan Sumatera.

“Sebagai kelanjutan, Istana menghormati proses hukum, baik di tataran lembaga penegak hukum, pengawas Pemilu, dan lembaga pengawasa pers,” tegas Velix.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kampanye hitam Tabloid Obor Rakyat
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top