Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPATK Bantah Temukan Transaksi Mencurigakan Tokoh Parpol

Kepala Pusat Pelaporan Transaksi dan Analisa Keuangan (PPATK) M. Yusuf mengkoreksi pernyataan Bawaslu yang mengatakan PPATK telah menemukan transaksi mencurigakan dana kampanye tokoh parpol pada Pileg 2014.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 10 Juni 2014  |  18:03 WIB
PPATK Bantah Temukan Transaksi Mencurigakan Tokoh Parpol
Parpol peserta Pileg 2014. PPATK tak temukan dana mencurigakan - JIBI
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA--Kepala Pusat Pelaporan Transaksi dan Analisa Keuangan (PPATK) M. Yusuf mengkoreksi pernyataan Bawaslu yang mengatakan PPATK telah menemukan transaksi mencurigakan dana kampanye tokoh parpol pada Pileg 2014.

Dia mengatakan pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah keliru dalam memahami laporan sementara dari PPATK kepada Bawaslu terkait transaksi dana kampanye tokoh-tokoh parpol.

"Saya koreksi, sebenarnya yang kita temukan itu bukan transaksi mencurigakan," kata Yusuf kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Dia mengatakan, transaksi yang dilakukan para tokoh parpol itu tidak ada yang mencurigakan, artinya jumlahnya masih dalam batas kewajaran.

"Semua masih normal, enggak ada yang aneh, tokoh anggota parpol ini wajar transfer ke partainya, maksudnya transaksinya standar dan dibawah 1 miliar," ujarnya.

Dia menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya tokoh parpol yang terbukti melakukan transaksi mencurigakan. Hal itu disebabkan karena, PPATK membutuhkan waktu selama satu tahun untuk melakukan riset.

"Belum kita temukan, karena biasanya kita akan lakukan riset dulu satu tahun setelah pemilu baru diketahui hasilnya, butuh waktu lama karena kami tidak mau sembrono dalam menyampaikan data-data penting," jelasnya.

Menurutnya, untuk menghindari atau mencegah adanya fenomena peningkatan transaksi mencurigakan yang biasanya terjadi setiap satu tahun sekali, maka PPATK mengharapkan agar pihak berwenang dapat segera mengeluarkan peraturan pembatasan transaksi tunai dapat segera diterbitkan.

"Kalau transaksinya dilakukan secara tunai, kami sulit melacaknya, oleh karena itu transaksi tunai harus dibatasi, idealnya minimal Rp500 juta, diatas jumlah itu harus transaks melalui rekening."

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Muhammad mengaku pihaknya mendapat laporan dari PPATK terkait transaksi mencurigakan dana kampanye pileg yang dilakukan oleh tokoh parpol yang terhormat dan sangat dikenal publik. Bawaslu bahkan mengatakan pihaknya akan melaporkan hasil temuan PPATK itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana kampanye
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top