Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BAWASLU: Laporan Babinsa Masih Diproses, Jangan Dibesar-Besarkan Dulu

Anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak menanggapi laporan tim advokasi Joko Widodo-Jusuf Kalla terkait adanya arahan Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada warga di Jakarta Pusat untuk memilih pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 06 Juni 2014  |  14:11 WIB
BAWASLU: Laporan Babinsa Masih Diproses, Jangan Dibesar-Besarkan Dulu
Anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak, Daniel Zuchron, Ketua Bawaslu Muhammad, Endang Wihdatiningtyas, Nasrullah - bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nelson Simanjuntak menanggapi laporan tim advokasi Joko Widodo-Jusuf Kalla terkait adanya arahan Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada warga di Jakarta Pusat untuk memilih pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Nelson mengatakan laporan tersebut masih dalam proses untuk dimintai keterangan pada sumber yang terkait. Oleh karena itu, dia meminta kabar ini jangan dulu dibesar-besarkan.

“Kita akan minta keterangan dulu, karena ini kan merupakan area sensitif. Artinya jangan dibesar-besarkan dulu lah,” katanya saat ditemui di Gedung Bawaslu, Jakarta, (6/6/2014).

Namun, dia menilai jika Babinsa mengatakan alasan operasi tersebut  untuk mengetahui preferensi pemilih, maka hal tersebut tidak tepat dilakukan.

“Saya baca pagi ini di media massa, perwira menengah mengaku itu dilakukan untuk mengetahui preferensi pemilih. Saya kira itu sesuatu yang keliru. Kalau tokoh mereka mau tahu keadaan di sekeliling sebagai pembina desa kan bisa mereka dapatkan data-data melalui KPU,” tambahnya.

Terlebih, Nelson mengatakan bahwa Panglima TNI sudah dengan tegas mengatakan akan bersikap netral dan hanya akan melakukan tindakan terkait pengamanan dalam pelaksanaan pemilu kali ini, seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang.

Dia juga mengatakan di situlah peran UU untuk membatasi partisipasi TNI dalam pemilu. “Makanya UU sampai sekarang masih membatasi tentara untuk tidak memberikan hak suara. Supaya TNI masih berdiri di atas kepentingan semua pihak sesuai dengan sumpah mereka, yakni mereka akan berada di atas kepentingan negara,”jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawaslu Babinsa
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top