Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CAPRES 2014: Ini Yang Bikin Kepopuleran Jokowi Melejit

Kepopuleran calon presiden Joko Widodo meroket dengan cepat dari seorang walikota Kota Solo, menjadi gubernur DKI Jakarta, hingga sekarang menjadi calon presiden Indonesia.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 06 Juni 2014  |  02:23 WIB
CAPRES 2014: Ini Yang Bikin Kepopuleran Jokowi Melejit
Capres Joko Widodo - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepopuleran calon presiden Joko Widodo meroket dengan cepat dari seorang walikota Kota Solo, menjadi gubernur DKI Jakarta, hingga sekarang menjadi calon presiden Indonesia.

Menurut pengamat ekonomi yang juga anggota Forum Ekonomi Megawati Institute Imam Sugema, naiknya kepopuleran capres yang akrab disapa Jokowi itu dalam waktu yang cukup singkat dikarenakan beberapa hal.

"Pak Jokowi itu unik, dia merupakan contoh sesuatu yang hilang dari Indonesia, tiba-tiba muncul kembali," kata Imam di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Yang dimaksud Imam sesuatu yang hilang dari Indonesia adalah hilangnya sosok pemimpin yang merakyat dan tidak suka mengobral janji atau ngomong besar.

"Rakyat itu pengen pemimpin yang sederhana, dekat dengan rakyat. Apa yang dikerjakan nyambung dengan rakyat," lanjut Imam.

Apalagi, tambah Imam, tidak banyak tokoh yang merakyat di jaman sekarang ini. Imam menyebutkan hanya ada segelintir orang yang dianggap memiliki karakter merakyat seperti Jokowi, seperti Dahlan Iskan, Tri Rismaharini, dan Ganjar Pranowo.

"Coba itung, pasti enggak nyampe 100. Itu yang bikin Pak Jokowi cepat populer," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi capres 2014
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top