Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 2014: Ali Masykur Musa Tidak Mau Disalahkan

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa mengatakan dugaan pelanggaran saat dirinya hadir pada momen penetapan nomor urut capres-cawapres minggu (1/6/2014) tidak bisa dialamatkan kepada dirinya
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 05 Juni 2014  |  19:53 WIB
PILPRES 2014: Ali Masykur Musa Tidak Mau Disalahkan
Ali Masykur Musa - Antara
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA -- Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa mengatakan dugaan pelanggaran saat dirinya hadir pada momen penetapan nomor urut capres-cawapres minggu (1/6/2014) tidak bisa dialamatkan kepada dirinya.

"Saya menegaskan bahwa pasal 41 ayat 2 secara substantif, yakni subjek hukum dan momen yang saya hadiri pada tanggal 1 juni tidak bisa dituduhkan kepada saya,"katanya kepada wartawan, di Gedung Bawaslu, Jakarta (5/6/2014).

Saat dimintai keterangan, dia menjelaskan bahwa dirinya tak bisa dikatakan melanggar pasal tersebut karena subjek hukum yang dirujuk pada pasal 41 ayat 2 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden adalah pelaksana kampanye.

"Saya jawab, pasal tersebut subjek hukumnya adalah pelaksana kampanye sedangkan saya bukan pelaksana tetapi adalah bagian yang diundang untuk bisa hadir di acara yang dimaksud," katanya.

Dia juga menjelaskan pasal lain yang dikaitkan dengan dirinya yakni pasal 39 ayat 3 yang mengatakan  anggota BPK tidak boleh melibatkan diri dalam konteks pelaksana kampanye.

"Pasal tersebut  juga tidak ada hubungan dengan saya karena menurut pasal 39 ayat 3, kampanye dilakukan setelah 3 hari KPU menetapkan pasangan capres-cawapres," jelasnya.

"Ketika ditanyai mengenai mengapa saya masuk menjadi dewan pakar tim Prabowo-Hatta? Saya menjawab untuk ikut serta dalam tim pemenangan Prabowo-Hatta," tambahnya.

Menurutnya hal tersebut tidak bisa dipermasalahkan karena pasal 59 ayat 3 mengatakan penjabat negara lainnya boleh menyelenggarakan kampanye kalau sudah dilaporkan kepada KPU.

"Dan saya sudah dilaporkan kepada KPU untuk ikut tim oleh Prabowo-Hatta. Ada SK-nya," katanya.

Ali Masykur Musa merupakan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang kini membantu pemenangan Prabowo-Hatta sebagai Dewan Pakar. Mantan peserta konvensi Partai Demokrat tersebut dituduh melanggar pasal 41 ayat 2 Undang-Undang 2008 saat dirinya hadir dalam penetapan nomor urut capres-cawapres di KPU minggu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawaslu
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top