Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPU Minta Capres-Cawapres Patuhi Etika Kampanye di Media Massa

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menginginkan pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK konsisten pada kesepakatan untuk menciptakan pemilu yang berintegritas dan damai.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 05 Juni 2014  |  17:00 WIB
KPU Minta Capres-Cawapres Patuhi Etika Kampanye di Media Massa
Jokowi-Prabowo - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menginginkan pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK konsisten pada kesepakatan untuk menciptakan pemilu yang berintegritas dan damai.

Maka, dia mengatakan kedua pasangan calon harus patuh dalam pelaksanaan kampanye. Salah satunya, kedua pasangan calon harus menaati aturan berkampanye di media massa.

"Sudah ditentukan media televisi itu satu hari maksimal 10 spot, tiap spotnya 30 detik. Kemudian di radio 10 spot, tiap spotnya 60 detik. Ini harus dipatuhi semua supaya tidak saling berprasangka," katanya di Gedung KPU, (5/6/2014).

Dalam berkampanye, dia menuntut kedua pihak untuk tidak lagi melakukan kampanye hitam, apalagi yang menyangkut SARA.

"Jika dalam kampanyenya menyalahi aturan seperti menyebar fitnah atau ada unsur SARA didalamnya, maka ada pidananya," jelasnya.

Adanya laporan pelanggaran dan temuan kampanye yang tidak sesuai, sudah dikoordinasikan oleh KPU dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers untuk diproses lebih lanjut.

"KPU sudah membuat gugus tugas bersama Bawaslu, KPI dan Dewan Pers. Kalau ada temuan dari kami ataupun temuan yang dilaporkan masyarakat maka kami akan segera memproses," jelasnya.

Menurutnya, media massa eletronik dan cetak, masih bisa diatur secara teknis. Namun, pengaturan kampanye di media sosial tidak ada batasannya.

"Kampanye di media sosial gak ada batasannya karena media sosial bukan bagian dari yang bisa kita atur," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top