Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JOKOWI Bicara Soal Potensi Sepak Bola di Papua

Joko Widodo berjanji akan memusatkan sepak bola nasional di Papua, karena memiliki bibit pemain dengan skill mumpuni.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 05 Juni 2014  |  16:49 WIB
JOKOWI Bicara Soal Potensi Sepak Bola di Papua
Calon Presiden Jokowi (kedua kanan) mendapat tarian sambutan tradisional Papua ketika melakukan kunjungan ke Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (5/6/2014) - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAYAPURA - Joko Widodo berjanji akan memusatkan sepak bola nasional di Papua, karena memiliki bibit pemain dengan skill mumpuni.

Sayangnya, selama ini bakat mereka belum digarap secara maksimal, sehingga belum dapat memberikan kontribusi prestasi nasional secara signifikan.

Pemain sepak bola terkenal dari tanah Papua, Titus Bonay, Ellie Eboy dan Boas Salossa mempunyai kemampuan di atas rata-rata sklill pemain di Indonesia. Dalam tim nasional pun mereka termasuk pemain yang bisa diandalkan untuk memenangkan sebuah pertandingan.

"Titus Bonay, Ellie Eboy, Boas Salossa pemain-pemain hebat. Kalau konsentrasi sepak bola di Papua juaralah kita," katanya saat kampanye di Gedung Olah Raga Waringin Jayapura, Kamis (5/6/2014).  


Jika nantinya Jokowi terpilih menjadi presiden, ia berjanji akan menggarap potensi sepakbola di tanah Papua agar menghasilkan prestasi internasional agar tidak dipandang sebelah mata oleh negara-negara di kawasan.

"Fisiknya, skill nya, berani semua. Sayang sekali kalau tidak [potensinya] digali. Nanti lah kita urus kalau jadi presiden," jelasnya.

Tahun ini Jokowi sudah dua kali berkunjung ke Papua untuk melakukan kampanye Pileg dan Pilpres. Menurutnya kawasan paling timur Indonesia jarang disentuh oleh elit pemerintah pusat sehingga itu menjadi alasan Jokowi melakukan kampanye pertama kalinya di luar kota memilih Papua.

Menurut Jokowi, Papua bukan tempat mendulang suara karena penduduknya tidak signifikan. Tetapi ia berbicara kesatuan seluruh Indonesia sehingga sentuhan kepada rakyat kelas bawah harus dilakukan secara merata.

"Kalau cari suara, saya tidak ke Papua. Ini bukan masalah suara, ini masalah perhatian. Ini simbol bahwa bagi saya Papua itu sangat penting bagi Indonesia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi capres 2014
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top