Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPATK Temukan Transaksi Mencurigakan Dana Kampanye Pileg

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendapat temuan adanya transaksi mencurigakan terkait dana kampanye pada Pileg 9 April 2014.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 04 Juni 2014  |  16:30 WIB
PPATK Temukan Transaksi Mencurigakan Dana Kampanye Pileg

Bisnis.com, JAKARTA--Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendapat temuan adanya transaksi mencurigakan terkait dana kampanye pada Pileg 9 April 2014.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari PPATK soal adanya transaksi mencurigakan yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu.

Dia mengaku terkejut dengan isi laporan PPATK tersebut, pasalnya dalam dokumen tersebut terdapat nama figur yang memiliki posisi penting dan cukup berpengaruh.

"Ketua PPATK telah memberikan satu dokumen rahasia, setelah dibuka saya cukup kaget, karena terkait dengan orang terhormat yang kita semua kenal," kata Muhammad dalam RDP dengan Komisi II DPR, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterimanya dari PPATK, oknum tersebut telah terindikasi melakukan penyimpangan terkait transaksi dan pengumpulan dana kampanye.

Namun, Muhammad enggan untuk membeberkan siapakah orang penting negara yang diduga telah melakukan transaksi mencurigakan tersebut.

"Itu sudah mengarah kemana-mana, saya tidak perlu menyebut nama parpolnya, apalagi orangnya, seharusnya orang-orang yang terhormat ini menjadi teladan terkait laporan dana kampanye yang baik dan benar, tetapi oleh PPATK justru dianggap tidak wajar," ujarnya.

Dia menegaskan, Bawaslu akan segera menindaklanjuti temuan PPATK dan melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diproses hukum.

"Sesuai dengan gugus tugasnya masing-masing, karena terkait dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka kami akan melaporkannya ke KPK," ujarnya.

Menanggapi laporan dari Bawaslu, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Arif Wibowo mendukung langkah Bawaslu melaporkan temuan PPATK tersebut ke pihak yang lebih berwenang yaitu KPK.

"Saya kira itu harus diaudit, kalau ada tindak pidana, ya biarkan pihak terkait yang menindak," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppatk pileg 2014
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top