Bali Impor Garam US$368.448 dari Vietnam pada Mei

Badan Pusat Statistik Bali mencatat sepanjang Mei 2014, Pulau Dewata ternyata mengimpor garam senilai US$386.448 dari Vietnam.
Feri Kristianto | 02 Juni 2014 16:37 WIB

Bisnis.com, DENPASAR--Badan Pusat Statistik Bali mencatat sepanjang Mei 2014, Pulau Dewata ternyata mengimpor garam senilai US$386.448 dari Vietnam.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Amirudin menduga impor itu karena lahan produksi garam di Bali sedikit, yakni di daerah Buleleng, dan Karangasem.

Menurutnya, di Karangasem hanya ada 10 rumah tangga yang memproduksi garam. Kondisi tersebut, dia perkirakan, menyebabkan kebutuhan garam industri di Bali tidak tercukupi.

"Bahkan, kami mendapati ada juga garam yang didatangkan dari Sampang, Madura," ujarnya di kantor BPS Bali, Senin (2/6/2014).

Kepala BPS Panusunan Siregar menambahkan, tren impor garam di Bali tidak terjadi pada Mei, tetapi sebelumnya juga pernah dilakukan.

Dia memperkirakan impor terjadi karena produksi garam di Bali masih dilakukan secara tradisional sehingga tidak layak dikonsumsi industri.

Panusunan berharap pemerintah Bali mengoptimalkan potensi bisnis garam karena garis pantai di Pulau Dewata sangat panjang.

Namun, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), potensi produksi garam di beberapa daerah di Bali cukup tinggi.

Seperti di Kabupaten Karangasem, saat ini produksi sudah mencapai 920 ha per tahun, dan Buleleng mencapai 5.855 ton per tahun. Kedua daerah masuk dalam program pemberdayaan usaha rakyat (Pugar).

Tag : garam
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top