SURAT PALSU KEJAGUNG: Edgar Jonathan S. Dilaporkan ke Polisi

Tim hukum Joko Widodo-Jusuf Kalla melaporkan beredarnya surat palsu tentang permohonan penangguhan pemeriksaan atas kasus dugaan korupsi Transjakarta oleh Kejaksaan Agung ke Mabes Polri.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  17:15 WIB
SURAT PALSU KEJAGUNG: Edgar Jonathan S. Dilaporkan ke Polisi
Jokowi-JK - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tim hukum Joko Widodo-Jusuf Kalla melaporkan beredarnya surat palsu tentang permohonan penangguhan pemeriksaan atas kasus dugaan korupsi Transjakarta oleh Kejaksaan Agung ke Mabes Polri.

Diduga pemalsuan itu dilakukan oleh Edgar Jonathan S. yang mengaku bagian dari Tidar Jakarta selatan yang diperkirakan underbow atau organisasi sayap partai Gerindra.

Laporan tersebut didaftarkan dengan nomor laporan polisi No: TBL/293/VI/2014/Bareskrim tanggal 2 Juni 2014 dan segera akan ditindaklanjuti.

"Menurut Kabareskrim segera hari ini juga bekerja secara objektif dan kami menyampaikan laporan ini sesegera mungkin segera harus ditindaklanjuti mengingat kejadian sebelumnya menimpa laporan yang tidak benar, seperti RIP dan menyangkut unsur sara," ujar anggota tim hukum Jokowi-JK Junimar Girsang di posko JKW4P, Senin (2/6/2014).

Junimar menambahkan timnya melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP, dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik dengan media sosial, media cetak dan/atau elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 jo. 311 KUHP dan/atau sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 jo. Pasal 36 jo. Pasal 45 jo. Pasal 51 UU no 11/2008 yang diduga dilakukan Edgar Jonathan.

Anggota tim hukum Sirra Prayuna, menambahkan beredarnya surat palsu tersebut sangat merugikan kubu Jokowi-JK pasalnya saat ini capres dan cawapres sedang berusaha meyakinkan publik dalam pilpres.

"Kalau ada berita menyudutkan, miring, kalau tidak bisa kami bantah bisa ditelah mentah-mentah oleh publik. Dengan ini kami bantah dengan sikap tegas melaporkan ini kepada pihak kepolisian," ujarnya.


Pelaporan ini, lanjut Sirra sekaligus membantah tudingan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang selalu menuding isu RIP Jokowi dan pembakaran posko dilakukan oleh pendukung Jokowi-JK.

Munculnya nama Edgar merupakan hasil tracking tim hukum Jokowi-JK pada 29 Mei 2014 selama kurang lebih 30 menit dan menemukan akun tersebut. Sesuai asas praduga tak bersalah, tim melaporkan hal itu kepada jajaran kepolisian agar polisi bisa memanggil pihak-pihak terkait.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi capres 2014

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top