PILPRES 2014: Benarkah KPU Bakal Periksa Jokowi?

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nelson Simanjuntak mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan pelanggaran yang dilakukan capres Joko Widodo dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa.
Irene Agustine | 02 Juni 2014 17:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nelson Simanjuntak mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan pelanggaran yang dilakukan capres Joko Widodo dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa. 

"Rencana akan ada rapat untuk membicarakan pemanggilan Jokowi dan Ali Masykur hari ini. Nanti di rapat itu akan kami bahas apa perlu memanggil dan memeriksa dua orang itu. Biar dikirimkan surat pemanggilan," ujarnya di Gedung Bawaslu, Jakarta, (2/6/2014). 

Namun, dia belum menjelaskan apakah perbuatan Jokowi termasuk pelanggaran pemilu. "Tapi, sementara ini, belum bisa ditetapkan itu kampanye. Karena, pernyataan itu disampaikan secara spontan," katanya. 

Sebelumnya, Jokowi dituding melakukan pelanggaran jadwal kampanye yang seharusnya dimulai 4 Juni nanti. Dalam pidato sambutannya di KPU, minggu (1/6/2014) Jokowi mengatakan untuk mendukung nomor urut dua dalam pilpres 9 Juli kepada peserta rapat dan awak media. 

Sementara itu, salah satu peserta konvensi Demokrat Ali Masykur Musa diduga melanggar aturan pelaksanaan pemilu. Dalam Undang-undang 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden melarang pimpinan dan anggota BPK menjadi tim kampanye pasangan capres dan cawapres. "Sebagai anggota BPK, tidak seharusnya Ali Masykur ikut dalam kegiatan pemilu," katanya.

BACA JUGA

 

Tag : pemilu 2014
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top