Amankan Pilpres 2014, TNI AD Gunakan Anggaran Rutin

Dalam pengamanan pemilu presiden, TNI AD tak mendapatkan dana pengamanan tambahan. Oleh karena itu, TNI AD akan menggunakan dana dari anggaran rutinnya untuk mendanai pemetaan kerawanan pilpres.
Nadya Kurnia | 02 Juni 2014 16:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam pengamanan pemilu presiden, TNI AD tak mendapatkan dana pengamanan tambahan. Oleh karena itu, TNI AD akan menggunakan dana dari anggaran rutinnya untuk mendanai pemetaan kerawanan pilpres.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staff Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman. Menurutnya, dana pilpres memang ada, tetapi dana tersebut hanya diberikan kepada pasukan yang akan dikerahkan untuk membantu kepolisian.

"Dana pengamanan pilpres memang ada, diberikan untuk 35.000 satuan kami yang membantu kepolisian. Tapi kan angkatan darat ada banyak anggota, sisanya kita punya dari anggaran negara," jelasnya kepada wartawan, Senin (2/6/2014).

Anggota TNI AD yang berasal dari satuan teritorial dan intelijen akan bertugas untuk pemetaan wilayah yang rawan konflik dalam pemilu presiden pada Juli mendatang. Pelaksanaan pemetaan kerawanan akan dibiayai dari anggaran teritorial, intelijen, dan latihan.

"Dana latihan kita punya lebih dari Rp450 miliar, dana pengamanan TNI AD ada Rp265 miliar, itu bisa digunakan, tapi tentunya tidak semuanya akan dialokasikan," tambahnya.

Namun, Budiman tak menyebutkan secara jelas jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk mendanai pelaksanaan tugas-tugas lain di luar tugas membantu kepolisian dalam pengamanan pemilu presiden.

Pada pelaksanaan pengamanan pemilu presiden, TNI AD akan membantu kepolisian mengawal pelaksnaan pencoblosan. Bantuan tersebut hanya bersifat penebalan kekuatan, dan kendali pengamanan akan tetap berada di pihak kepolisian.

Tag : pilpres 2014
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top