PRABOWO VS JOKOWI: KSAD TNI Budiman Kumpulkan 399 Panglima Komando

Kepala Staff Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman mengumpulkan para panglima komando utama yang terdiri dari Panglima Kodam, Komandan Korem, dan Komandan Kodim guna pengarahan pengamanan pelaksanaan pilpres pada Juli mendatang.
Nadya Kurnia | 02 Juni 2014 16:16 WIB
KSAD Jenderal TNI Budiman (keempat kiri) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Staff Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman mengumpulkan para panglima komando utama yang terdiri dari Panglima Kodam, Komandan Korem, dan Komandan Kodim guna pengarahan pengamanan pelaksanaan pilpres pada Juli mendatang.

Sebanyak 399 prajurit TNI AD berkumpul di Aula Jenderal Besar A. H. Nasution di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Para prajurit ini keesokan harinya akan menerima pengarahan mengenai pengamanan pilpres pada Rakornas Kementerian Dalam Negeri.

Dalam arahannya, Budiman meminta para Pangdam beserta jajarannya agar dapat memetakan kerawanan yang ada di wilayahnya masing-masing agar dapat meredam tensi masyarakat secara dini.

"Koramil harus bisa memetakan daerah kekuatan dari partai yang ada, teliti kemungkinan kelompok yang sangat keras, agar dapat diturunkan tensinya," jelas Budiman.

Dia pun meminta agar prajuritnya mencermati kampanye-kampanye di media sosial. Bukan untuk memihak capres tertentu, tapi untuk membantu tugas prajurit dalam meredakan tensi masyarakat yang mungkin saja dapat memicu konflik.

"Dari kemungkinan ini, kita tetap bermain netral. Dengan menjadi netral, kita akan bisa menjadi penengah, jadi aparat yang bisa mengajak dan menurunkan tensi masyarakat," tambahnya.

Lebih lanjut, Budiman mengatakan agar para Pangdam mengerahkan personel yang dimiliki mulai dari satuan teritorial, satuan tempur, dan satuan intelijen untuk bantuan pengamanan yang nanti akan diberikan kepada pihak kepolisian.

"Satuan tempur sebagai cadangan. Siapkan satuan itu tetap siaga sampai waktunya. Tapi jangan terlalu melelahkan, agar siap menerima perintah dengan baik," tukasnya.

Tag : pilpres 2014, tni ad
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top