NOMOR URUT CAPRES: Begini Sikap Ahli Semiotika Soal No. 1 & 2

Kalangan pengamat sosial dan kebudayaan menyikapi biasa saja atas nomor urut capres dan cawapres yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  12:53 WIB
NOMOR URUT CAPRES: Begini Sikap Ahli Semiotika Soal No. 1 & 2
Prabowo Jokowi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan pengamat sosial dan kebudayaan menyikapi biasa saja atas nomor urut capres dan cawapres yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Acep Iwan Saidi, ahli semiotika dan juga Ketua Forum Studi Kebudayaan ITB, mengatakan masyarakat Indonesia cenderung menyikapi persoalan simbol seperti nomor urut capres-cawapres dengan kompleks dan njelimet.

"Menurut saya, nomor urut lebih baik disikapi secara netral saja. Karena tidak lebih sebatas index penomoran saja," katanya kepada Bisnis.com, Senin (2/6/2014).

Seperti diketahui, pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta memeroleh nomor urut 1 saat pengundian nomor urut di KPU, Minggu (31/5/2014). Sementara pasangan Jokowi-JK memeroleh nomor urut 2.

Prabowo menganggap nomor urut 1 merupakan angka pertama yang menyimbolkan sebuah keunggulan. Begitu juga dengan Jokowi yang menilai angka 2 sebagai simbol victory yang juga kemenangan.

Acep mengatakan dalam perspektif modern dan logika materialistik, nomor urut 1 tentu lebih bagus. Sementara dalam logika idealistik simbolik, setiap angka memiliki maknanya sendiri.

"Angka 7, misalnya, merupakan angka yang secara simbolik memiliki makna sangat bagus dalam kaitan dengan penciptaan alam. Angka 2 juga bisa dimaknai sebagai kematangan dan keseimbangan," katanya.

Dia menambahkan persoalan masing-masing kubu yang menafsir makna tertetu, sah-sah saja dalam kaitannya dengan strategi kampanye memenangkan capres dan cawapres yang diusung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pilpres 2014

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top