Begini Alasan Slank Terjun ke Politik

Pentolan grup band Slank Bimbim menyatakan saat ini personelnya memilih terjun ke politik, karena ingin ada perubahan di negara ini.
Akhirul Anwar | 02 Juni 2014 10:16 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pentolan grup band Slank Bimbim menyatakan saat ini personelnya memilih terjun ke politik, karena ingin ada perubahan di negara ini.

Reformasi sudah berjalan 16 tahun namun pada kenyataannya tidak ada perubahan signifikan.

Biasanya Slank berpolitik lewat karya lirik lagu yang arahnya mengkritik pemerintahan, tetapi even Pilpres tahun ini secara terang-terangan mereka telah mendukung pasangan capres dan cawapres Jokowi-JK yang diusung oleh partai koalisi PDI-P, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI.

"Banyak yang bertanya Slank kok sekarang berpolitik. Slank selalu berpolitik lewat lagu, tapi saat ini saatnya membuat kebenaran, harapan untuk Indonesia. Harapan dari mana, kita punya pilihan," ujar Bimbim seusai sarapan bareng di kediaman Jusuf Kalla Jl. Darmawangsa 6 Jakarta Selatan, Senin (2/6/2014).

Dukungan yang diberikan Slank tidak serta merta mengajak Slankers di seluruh Indonesia untuk mendukung Jokowi-JK, karena Slank mengedepankan asas demokrasi bebas memilih.

Sebenarnya ada sekitar 10% yang tidak suka dengan keputusan Slank tersebut namun hal itu diserahkan kepada masing-masing Slankers.

"Demokrasi itu pilihan, kalau masih bingung enggak usah mikir. Serahin saja ke saya, Slank sepakat bulat dukung Jokowi-JK," ujar Bimbim.

Sebelumnya Slank memberikan daftar 46 nama tokoh, negarawan yang diberi nama Revolusi Cinta kepada Joko Widodo sebagai masukan negawaran yang dianggap memiliki integritas dalam jajaran pemerintahan.

Ketika ditanya apakah Slank akan mengajak seniman lain untuk ikut berpartisipasi dalam pemerintahan ke depan, menurut Bimbim, tidak perlu melakukan hal itu. Terlalu sempit bagi Slank untuk membicarakan pribadi dan kelompok tertentu.

"Kita berpikir lebih luas karena dokumen ke pak Jokowi dan pak JK tidak bicarakan kelompok, pribadi tapi soal negarawan. Seniman musisi terlalu kecil untuk dibicarakan," jelasnya.

Tag : jokowi capres 2014, slank
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top