JELANG PILPRES: Kepala BIN Sebut Terdapat Potensi Rawan Keamanan

Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman mengingatkan dari berbagai laporan dan analisis yang dilakukan, masih terdapat beberapa potensi kerawanan yang dapat berpengaruh terhadap keamanan dan lancarnya pelaksanaan Pemilu Presiden 9 Juli 2014.
News Editor | 02 Juni 2014 16:44 WIB
Kampanye PDIP. Terdapat potensi kerawanan keamanan jelang Pilpres - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA--Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman mengingatkan dari berbagai laporan dan analisis yang dilakukan, masih terdapat beberapa potensi kerawanan yang dapat berpengaruh terhadap keamanan dan lancarnya pelaksanaan Pemilu Presiden 9 Juli 2014.

"Akhir-akhir ini terlihat adanya kekhawatiran terjadinya konflik horizontal yang melibatkan para pendukung pasangan capres-cawapres," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (2/6/2014)

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Kepala BIN mengemukakan soal beredarnya rumor dan perang opini serta kampanye hitam mendominasi media sosial.

Selain itu, katanya, juga terdapat kelompok-kelompok ideologis radikal kanan yang menolak demokrasi sebagai pilihan sistem politik.

"Mereka dengan tegas menyuarakan penolakan terhadap pelaksanaan Pilpres bahkan diantaranya disertai ancaman melakukan aksi-aksi kekerasan dan teror guna menggagalkan pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014,"  papar Kepala BIN.

Ia menegaskan intelijen tentunya telah melakukan semua langkah antisipatif yang dipandang perlu dalam menyikapi berbagai hal yang dapat membahayakan dan mengganggu keamanan serta kelancaran Pemilu Presiden.

Marciano menyebutkan BIN mengoordinasikan berbagai langkah upaya yang dilakukan oleh para penyelenggara intelijen dan pemangku kepentingan atau "stakeholders" keamanan lainnya, yaitu TNI-Polri serta aparatur sipil negara (ASN), guna terwujudnya pemilu yang aman, jujur, dan adil.

"Langkah-langkah intelijen tersebut tentunya dilaksanakan secara profesional, objektif, dan akuntabel serta tidak memihak pada pihak manapun,"  tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa pimpinan BIN dan juga atas nama penyelenggara intelijen, tetap bersikap profesional dan netral dalam pelaksanaan Pemilu 9 Juli 2014.

Sumber : Newswire

Tag : pilpres 2014
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top