PILPRES 2014: Luhut Panjaitan Bilang Jangan Black Campaign

Menjelang diselenggarakannya Pilpres 2014, tim pemenangan pasangan capres-cawapres tidak sedikit yang menggunakan black campaign sebagai alat untuk menyerang lawan politiknya.
Sholahuddin Al Ayyubi | 02 Juni 2014 15:44 WIB
Letnan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang diselenggarakannya Pilpres 2014, tim pemenangan pasangan capres-cawapres tidak sedikit yang menggunakan black campaign sebagai alat untuk menyerang lawan politiknya.

Menurut Letnan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, black campaign saat ini sudah tidak efektif digunakan sebagai alat untuk menyerang lawan politik. Oleh karena itu, Luhut berharap agar Pilpres kali ini, tim pemenangan pasangan capres-cawapres tidak mengedepankan black campaign.

"Saya sudah mengimbau kemarin kan waktu di KPU sudah saya katakan jangan black campaign lah. Untuk apa sih jelek-jelekin orang," tutur Luhut, Senin (2/6/2014).

Selain itu, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar tersebut juga menegaskan agar Pilpres kali ini, pasangan capres-cawapres bersaing dengan sehat melalui program-program yang sudah diajukan dalam visi dan misi masing-masing pasangan capres-cawapres.

"Tadi seperti yang saya katakan, kita bicara saja tadi soal program. Apa program Pak Jokowi apa program Pak Prabowo kalau black campaign itu mengatakan syiah lah, apalah, capek kita. Untuk apa sih? Nanti orang bilang suruh saja Pak Prabowo seperti yang dibilang Pak JK ada lomba ngaji antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi terus siapa yang menang, biar Islamnya kelihatan," tukasnya

Tag : pilpres 2014
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top