Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JOKOWI: Jangan Anggap Remeh Saya Gara-gara Wajah Ndeso

Calon Presiden Joko Widodo sempat melontarkan candaan di depan para profesional dan pengusaha yang menjadi relawannya dalam acara pertemuan relawan Profesional & Enterpreneurship for Jokowi.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 30 Mei 2014  |  23:39 WIB
JOKOWI: Jangan Anggap Remeh Saya Gara-gara Wajah Ndeso
Joko Widodo - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Calon Presiden Joko Widodo sempat melontarkan candaan di depan para profesional dan pengusaha yang menjadi relawannya dalam acara pertemuan relawan Profesional & Enterpreneurship for Jokowi.

Capres yang kerap disapa Jokowi ini berpesan agar masyarakat tidak menganggap remeh dirinya dalam bidang hubungan internasional hanya karena Jokowi berwajah ndeso.

"Meskipun saya bukan seorang konglomerat, tapi saya tahu soal hubungan internasional dan investasi, jangan meng-underestimate saya gara-gara wajah saya itu wajah ndeso," ucap Jokowi yang disambut gelak tawa para relawan, Jumat (30/5/2014).

Mantan Walikota Kota Solo itu mengatakan dirinya telah menjadi pengusaha ekspor-impor kayu dan mebel sejak 24 tahun yang lalu. Selama 24 tahun itu lah, Jokowi mendapatkan banyak pengalaman berhubungan dengan pihak asing.

"Saya 24 tahun di situ, pameran ke sana kemari, dalam empat bulan bisa ada delapan pameran yang saya kunjungi di luar negeri. Saya itu pelaku di lapangan, jadi yang berhubungan dengan perdagangan luar negeri, itu makanan sehari-hari, gitu kok masih ragu," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan bahwa seorang duta besar seharusnya dapat menjadi marketing atau tenaga pemasar barang-barang produk dalam negeri.

Terlebih jika dubes, lanjut capres pasangan Jusuf Kalla tersebut, diberi kewenangan untuk bernegoisasi dan mengambil keputusan transaksi, maka akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.

"Saya contohkan, dubes yang bagus itu dubes Tiongkok, mereka datang ke pasar tidak hanya mempromosikan, tapi juga menjual produk dalam negeri mereka. Jangan heran kalau produk Tiongkok ada di mana-mana," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi capres 2014
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top