Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LSI: Jokowi Unggul Kepribadian, Prabowo Stasiun TV & Dana

Sekitar 40 hari menjelang Pilpres 2014, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir keunggulan bakal capres-cawapres Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 30 Mei 2014  |  17:50 WIB
LSI: Jokowi Unggul Kepribadian, Prabowo Stasiun TV & Dana
Pasangan Capres dan Cawapres Jokowi dan Prabowo Subinato - Antara
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA - Menjelang 40 hari menuju Pilpres 2014, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir keunggulan bakal capres-cawapres Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta.

Hasilnya, Prabowo-Hatta unggul di mesin partai politik, stasiun televisi dan dana. Sementara itu, Jokowi-JK unggul di kepribadian yang lebih disukai dan mendapatkan antusiasme pemilih yang lebih di mayoritas kantong suara.

"Prabowo-Hatta didukung lima media televisi, sementara Jokowi-JK hanya satu. Kita tahu bahwa pengaruh media massa besar sekali dengan 90% masyarakat indonesia sudah memiliki televisi dan 70 persen masyarakat mendapat akses politik darisana," kata peneliti LSI Ade Mulyana, di Jakarta (30/5/2014).

Pihak Prabowo-Hatta juga menang dalam mesin partai koalisi. Hingga saat ini enam partai mendukung Prabowo, yakni Gerindra, Golkar, PAN, PKS, PPP, PBB. Sementara itu Jokowi-JK didukung lima partai PDIP, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI. Sehingga dana kampanye Prabowo ditaksir akan lebih besar daripada kubu Jokowi.

"Pileg lalu total dana kampanye di koalisi Jokowi mencapai 700 milyar, masih tertinggal dari total koalisi Prabowo yang mencapai 900 miliar,"katanya.

Disisi lain, mayoritas pemilih di segmen masyarakat di Indonesia dimenangkan oleh Jokowi-JK. Lima segmen besar tersebut ialah Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah, buruh, tani dan ibu rumah tangga. Jokowi-JK hanya tidak mendapat suara mayoritas Muhammadiyah saja.

"Jika kelima kantong suara ini dipegang salah satu kandidat, maka hampir pasti kandidat tersebut yang akan memenangkan pemilu," katanya.

Ditambah, survei LSI membuktikan bahwa masyarakat Indonesia cenderung akan memilih presiden dengan melihat pribadinya,  bukan dari program kerjanya. Sehingga Jokowi yang selama ini dikenal jujur dan pribadi yang pro rakyat, diuntungkan untuk memenangkan pemilu.

"Pemilih pada umumnya memilih pasangan capres dan cawapres karena kesukaan pada figur sang kandidat. Hal tersebut terbukti di pemilu 2004 ketika figur SBY yang disukai rakyat mampu mengalahkan pasangan Megawati dan Hasyim Muzadi yang didukung lebih dari 60% total perolehan suara pileg," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres 2014
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top