Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRABOWO VS JOKOWI: Demokrat ke Prabowo, Jokowi Bakal Dikeroyok?

Partai Demokrat dikabarkan akan segera menyusul enam partai politik yang telah resmi mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta dalam Pilpres 9 Juli mendatang.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 28 Mei 2014  |  23:03 WIB
PRABOWO VS JOKOWI: Demokrat ke Prabowo, Jokowi Bakal Dikeroyok?
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Partai Demokrat dikabarkan akan segera menyusul enam partai politik yang telah resmi mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta dalam Pilpres 9 Juli mendatang.

Sebelumnya, sudah ada Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB) yang mendukung pemenangan bakal capres-cawapres Prabowo-Hatta.

Namun, bertambahnya suara dari Demokat diprediksi tidak menjamin bahwa Prabowo-Hatta akan mulus langkahnya dalam melawan Jokowi-JK.

“Secara formal, ini merupakan syarat politik. Belum tentu keputusan elite partai, akan diikuti oleh konstituennya. Masyarakat memiliki nalar sendiri untuk memutuskan pilihannya,” kata Pengamat Politik Fisipol UGM Arie Sudjito saat dihubungi Bisnis, (28/5/2014).

Hal tersebut, katanya, terbukti pada Pilpres tahun 2004 dan 2009. Pada dua periode tersebut, SBY tidak pernah didukung oleh mayoritas suara partai politik, tetapi dapat menjadi pemenang Pilpres dua periode berturut-turut.

“Dua periode dulu, SBY dikepung partai-partai besar yang berdiri sebagai lawannya. Namun karena masyarakat memiliki pilihan sendiri terhadap kriteria pemimpinnya, maka keputusan elite partai tidak menjamin akan diikuti pemilihnya,” jelasnya.

Namun demikian, dengan bertambahnya dukungan, maka akan bertambah pula penyerang dalam kubu Prabowo-Hatta untuk berkampanye melawan Jokowi-JK.

“Mungkin dapat disiasati oleh Jokowi-JK dengan tidak balas melawan, tetapi lebih kepada meraih simpati publik,” tuturnya.

Meskipun wacana ini disampaikan oleh internal Demokrat, hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari Partai Demokrat untuk merapat ke kubu Prabowo-Hatta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top