Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOALISI PARTAI: Gabung ke Gerindra, Demokrat Kalah Dua Kali

Desas-desus bergabungnya Partai Demokrat ke kubu bakal capres-cawapres Prabowo-Hatta dinilai sebagai kekalahan kedua Demokrat yang dimenangkan Partai Gerindra.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 28 Mei 2014  |  22:35 WIB
KOALISI PARTAI: Gabung ke Gerindra, Demokrat Kalah Dua Kali
Partai Demokrat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Desas-desus bergabungnya Partai Demokrat ke kubu bakal capres-cawapres Prabowo-Hatta dinilai sebagai kekalahan kedua Demokrat yang dimenangkan Partai Gerindra.

Hal tersebut disampaikan Pengamat Politik Fisipol UGM Arie Sudjito. Menurutnya, jika kabar tersebut benar, maka Demokrat mengalami ironi kekalahan kedua, setelah pada Pileg kemarin Gerindra berhasil mengambil alih suara pemilih Demokrat.

“Pada Pileg bisa dikatakan suara Demokrat diambil alih Gerindra, karena banyak pemilih yang sudah tidak respect dengan masalah korupsi di kubu Demokrat. Jika Demokrat pasti memberikan dukungannya pada Gerindra, maka ini adalah ironi kekalahan kedua untuk Demokrat,” katanya saat dihubungi Bisnis, (28/5/2014).

Dia mengatakan Partai Demokrat kini mengalami disorientasi dan inkonsistensi. “Pemilu lalu Demokrat menjadi partai pemenang, tetapi tahun ini malah dukung Gerindra yang sebagian besar pemilihnya berasal dari pemilih yang tidak mempercayai Demokrat lagi. Demokrat mengalami disorientasi,”

“Seharusnya, Demokrat konsisten saja dengan ucapan dahulu untuk tidak memihak. Berada di oposisi sambil membenahi kualitas partai,” tambahnya.

Menurutnya, peran Hatta Rajasa selaku besan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi salah satu faktor Demokrat akan merapat ke kubu Prabowo, selain peran elite politik internal Demokrat yang ingin partainya bermain aman, bukannya tidak memihak.

“Salah satu faktornya karena ada Hatta, dan faktor lainnya adalah SBY yang selalu dibayangi keragu-raguan dalam lingkaran elite yang mendorongnya untuk menentukan sikap dalam Pilpres ini,” tutup Arie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014 partai demokrat
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top