Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 2014: Tekan Pelanggaran, Partisipasi Masyarakat Diharapkan

Selama pertengahan Desember 2013 hingga Mei 2014 aplikasi pemantauan pemilu MataMassa menerima 1846 laporan tentang indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 27 Mei 2014  |  01:30 WIB
PILPRES 2014: Tekan Pelanggaran, Partisipasi Masyarakat Diharapkan
Ilustrasi - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA –  Selama pertengahan Desember 2013 hingga Mei 2014 aplikasi pemantauan pemilu “MataMassa” menerima 1846 laporan tentang indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu.

Pelanggaran yang dilaporkan antara lain pelanggaran administrasi sebanyak 1500 kasus, pelanggaran pidana 212 kasus, DPT 49 kasus dan lain-lain sebanyak 85 kasus. Dari laporan tersebut, hanya 1596 laporan yang terverifikasi, artinya layak diteruskan menuju Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk diusut.

Jenis laporan tersebut antara lain membagi-bagikan uang kepada calon pemilih, data suara di TPS yang mengalami perubahan, pemberian deposito, pemberian tabungan dan berbagai dugaan money politics dilaporkan masyarakat.

Menurut Umar Idris, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta yang menggagas aplikasi ini bersama ICT Labratory for Social Change (iLab) mengatakan bahwa ada perubahan kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu 2014 yang tidak terlihat pada tahun 2009.

“Masyarakat semakin aware dengan pelaksanaan pemilu, atau dengan kata lain mereka berpartisipasi mendukung pemilu dengan memberikan informasi yang sangat berharga jika memang terbukti melakukan pelanggaran,” katanya dalam diskusi “Yuk Awasi Pemilu Kita!”, Senin (26/5/2014).

Umar memperkirakan bahwa semakin menjelang Pilpres, akan banyak pelanggaran terjadi karena persaingan kian panas. Seperti black campaign yang banyak terlihat belakangan ini.

“Mengingat keterbatasan regulator pemilu, bantuan dari masyarakat sangat diharapkan agar pelanggaran tidak semakin banyak. Terutama black campaign dengan isu SARA yang kini ramai di media sosial,”jelasnya.

Maka, Umar berharap masyarakat terus menunjukkan partisipasinya dalam mengawasi Pilpres 9 Juli agar sesuai harapan.

“Meminta masyarakat untuk terus memberikan informasi, yang kalau bisa disertai foto, rekaman atau apapun yang membantu mengawasi pemilu. jika tidak bisa langsung melapor ke Bawaslu, masyarakat dapat menggunakan MataMassa yang nantinya akan diproses sebelum diteruskan ke Bawaslu,” jelasnya.

Laporan mengenai kecurangan pemilu dapat dikirim ke MataMassa melalui email, pesan singkat, mengunjungi website atau diunduh gratis aplikasinya dengan platform Android, IOS atau Blackberry. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu 2014
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top