Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 2014: Kader Dukung Kubu Lain tapi Demokrat Tetap Netral

Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menegaskan sampai saat ini Partai Demokrat tetap netral, meski kenyataannya beberapa kader telah mendukung pencapresan kubu lain.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 25 Mei 2014  |  11:14 WIB
PILPRES 2014: Kader Dukung Kubu Lain tapi Demokrat Tetap Netral
Logo Partai Demokrat. Netral dalam Pilres 2014 - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA –Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menegaskan sampai saat ini Partai Demokrat tetap netral, meski kenyataannya beberapa kader telah mendukung pencapresan kubu lain.

“Sampai saat ini Partai Demokrat masih netral, ucapan pak SBY sudah terang benderang bahwa kami tidak akan memihak siapapun dalam Pilpres 9 Juli nanti,” katanya saat dihubungi Bisnis, (25/5/2014).

Menurutnya, dalam berpolitik harus memiliki etika. Maka, seluruh kader harus berpegangan pada dua poin, jika melanggar maka lebih baik kader yang bersangkutan segera keluar dari partai.

“Seluruh kader diharapkan jangan opportunis dan jangan minta-minta jabatan. Kalau tidak bisa menahan diri, silahkan keluar dari partai,” jelasnya.

Beberapa kader Demokrat yang vokal mengatakan berganti haluan antara lain Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sukarwo yang mendukung Prabowo-Hatta, anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat (Wanhor PD) Letjen Purnawirawan Suaidi Marasabessy yang mendukung Jokowi-JK, dan yang paling dibicarakan yakni Dahlan Iskan, kader pemenang konvensi capres Demokrat yang diklaim kubu PDIP telah bergabung sebagai tim sukses Jokowi-JK.

Namun, menurut Ruhut belum ada putusan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait masalah ini.

“Sampai saat ini, semua kader belum ada yang mendapat izin dari pak SBY, kita lihat saja tanggal 1 nanti,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres 2014
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top