Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Loloskan Aturan Baru, Visa Inc. dan MasterCard Inc. Terancam Hengkang

Visa Inc. dan MasterCard Inc. masih memiliki sisa waktu 6 pekan untuk memutuskan apakah akan mengikuti aturan Rusia yang baru atau tidak.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 20 Mei 2014  |  18:13 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, NEW YORK—Visa Inc. dan MasterCard Inc. masih memiliki sisa waktu 6 pekan untuk memutuskan apakah akan mengikuti aturan Rusia yang baru atau tidak.

Pasalnya, aturan tersebut mengharuskan kedua lembaga keuangan internasional itu untuk membayar hingga ratusan juta dollar jika ingin beroperasi di Rusia pada Juli mendatang.      

Charlie Scharf, Chief Executive Officer (CEO)Visa Inc. mengatakan permintaan pemerintah Rusia kali ini jauh melebihi kapasitas perusahaannya.

“Saya mengharapkan kami akan mencapai kata sepakat ketimbang harus menyatakan bahwa Visa Inc. tidak ingin berpartisipasi lebih lanjut,” ungkapnya di Boston, Senin (19/5).

Bersama dengan Scharf, CEO MasterCard Inc Ajay Banga juga menjelaskan kedua pihak tengah bernegosiasi dengan pemerintah Rusia untuk mengubah aturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah terhadap kedua lembaga keuangan internasional tersebut merupakan respon terhadap penjatuhan sanksi Amerika Serikat kepada Rusia terkait krisis di Ukraina.

Aturan Rusia yang baru itu mempertaruhkan pendapatan gabungan Visa Inc. dan MasterCard Inc. yang secara tahunan mencapai US$638 juta.

“Mereka memiliki 3 pilihan yaitu bertahan, keluar, atau negosiasi. Jika ada sanksi tambahan yang akan diumumkan setelah pemilihan umum Ukraina, maka pemerintah Rusia bakal menelan pil pahit,” tambah William Pomeranz, Wakil Ketua Direktur Kennan Institute for Advanced Russian Studies di the Woodrow Wilson International Center for Scholars.

Memanasnya hubungan Visa Inc. dan MasterCard Inc. dengan pemerintah Rusia mencuat setelah kedua lembaga keuangan tersebut menghentikan operasinya di 4 bank Rusia akibat keluarnya sanksi dari Amerika Serikat dan Eropa.

Akibatnya, pemerintah Rusia merespon penghentian aktifitas Visa Inc. dan MasterCard Inc. dengan meloloskan aturan sistem keuangan baru.

Tidak hanya itu, Rusia juga memberlakukan sanksi denda bagi korporasi asing yang menolak melakukan aktifitas jasa keuangan dan mandatory security deposit pada Juli mendatang.  

Saham dari kedua lembaga keuangan tersebut seketika tumbang setelah Visa Inc. menyebutkan aturan baru Rusia bakal memangkas pendapatan perusahaannya pada tahun ini.

Di lain pihak, MasterCard Inc. juga menyatakan aturan tersebut berisiko memangkas pendapatannya tahun ini, meskipun tidak signifikan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Invasi Crimea

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top