Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILEG 2014: HMI Desak Bawaslu Tindaklanjuti Kecurangan Pemilu di Daerah

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menindaklanjuti kasus kecurangan Pemilu yang terjadi di beberapa daerah pada selama masa pelaksanaan Pileg 2014.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 30 April 2014  |  23:27 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menindaklanjuti kasus kecurangan Pemilu yang terjadi di beberapa daerah pada selama masa pelaksanaan Pileg 2014.

"Kami meminta Bawaslu untuk menindaklanjuti kecurangan pemilu seperti yang terjadi di Kabupaten Semarang, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Jawa Barat," kata Irsan selaku koordinator HMI di kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Menurutnya, beberapa kasus kecurangan yang marak terjadi di daerah bisa menjadi pelajaran agar kinerja lembaga penyelenggara pemilu semakin ditingkatkan.

"Kecurangan terjadi karena kurangnya pengawasan dari bawaslu di tiap daerah, hal ini juga dipekuat oleh adanya penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat pemerintah daerah dan oknum lainnya," ujar Irsan.

Bawaslu, lanjutnya, harus bertindak tegas terhadap para caleg yang terbukti melakukan pelanggaran dan terlibat politik uang.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Analisis Potensi Pelanggaran Wilayah 2 Edy Suprianto dan Kepala Sub Bagian Dokumentasi dan Publikasi Nurmalawati Pulubuhu sepakat akan menindaklajuti hasil pengawasan dan temuan kasus kecurangan yang diperoleh HMI terkait pelanggaran di beberapa daerah.

Bawaslu menghargai peran masyarakat melalui HMI untuk membantu kinerja Bawaslu dalam melaksanakan peran pengawasan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pileg 2014 Kecurangan Pemilu
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top