Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOALISI PARPOL: Hanura Disarankan ke PDIP Usung Jokowi

Keinginan Partai Golkar untuk bersama-sama Partai Hanura dalam satu koalisi terancam setelah partai yang didirikan Wiranto itu ingin bergabung ke PDI-P untuk mendukung pencapresan Joko Widodo alias Jokowi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 April 2014  |  16:10 WIB
Logo partai Hanura. Disarankan koalisi dengan PDIP - Bisnis
Logo partai Hanura. Disarankan koalisi dengan PDIP - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Keinginan Partai Golkar untuk bersama-sama Partai Hanura dalam satu koalisi terancam setelah partai yang didirikan Wiranto itu ingin bergabung ke PDI-P untuk mendukung pencapresan Joko Widodo alias Jokowi.

Ketua DPP Partai Gerindra Yuddy Chrisnandi menyarankan agar Partai Hanura bergabung dengan koalisi PDIP. Pasalnya, perolehan suara Hanura di DPR hanya sekitar 6% sehingga bisa bersama Partai Nasdem yang sudah memastikan mengusung Jokowi sebagai calon presiden (capres).

Dengan bergabung ke PDIP, maka akan terbuka peluang bagi Hanura untuk terlibat dari awal bersama-sama PDI-P dan Nasdem menyusun format pemerintahan yang lebih baik ke depan.

“Ini pilihan yang rasional bagi kepentingan Hanura ke depan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/4/2014). Selain itu Hanura memiliki argumentasi historis untuk berada di dalam barisan koalisi tersebut, apalagi kalau Jokowi menggandeng tokoh Golkar Jusuf Kalla sebagai capres.

“Dalam sepekan ini Ketum Partai Hanura sudah bertemu dengan semua capres dalam kapasitas pribadinya, tentu beliau sudah memiliki bekal yang cukup sebagai bahan pengambilan keputusan arah koalisi Partai Hanura,’’ ujar Yuddy.

Menurutnya, Hanura belum dilamar oleh siapapun dan belum memutuskan koalisi dengan partai apapun. Memang, Ketum Hanura telah berkomunikasi dengan semua capres, tapi pertemuan itu sifatnya pribadi, ujarnya.

“Yang saya dengar, para kader menginginkan Hanura koalisi dengan partai besar yang capresnya berpeluang menang, dan kalau itu pilihannya, maka capres tersebut adalah Pak Jokowi. Saya setuju dengan pendapat pendapat dan aspirasi tersebut,’’ kata Yuddy.

Sebelumnya diberitakan, seusai bertemu dengan Prabowo Subianto, Ketum Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) menjelaskan tentang kelanjutan dari rencana koalisi antara Gerindra dan Golkar menghadapi Pilpres 2014.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koalisi partai
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top