Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONVENSI DEMOKRAT: Isu Perekonomian dapat Porsi Waktu Terbanyak

Perekonomian menjadi isu pembuka pembuka dan topik yang mendapatkan porsi waktu terbesar dalam debat terakhir konvensi calon presiden Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (27/4/2014).
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 27 April 2014  |  19:00 WIB
Logo konvensi Partai Demokrat. Isu Perekonomian paling banyak disoroti peserta - JIBI
Logo konvensi Partai Demokrat. Isu Perekonomian paling banyak disoroti peserta - JIBI

 BIsnis.com, JAKARTA--Perekonomian menjadi isu pembuka pembuka dan topik yang mendapatkan porsi waktu terbesar dalam debat terakhir konvensi calon presiden Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (27/4/2014).

Alasan kenapa topik ekonomi sentral dalam debat tersebut tidak dijelaskan. Mungkin Demokrat merasa ekonomi adalah sektor yang paling bisa mewakilkan keberhasilan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun memimpin.

Yang jelas, dalam debat tersebut para peserta konvensi bergantian menyampaikan pandangan mereka tentang ekonomi sambil berusaha menghindari kritik atas kebijakan SBY. 

Malah bisa  dibilang seluruh paparan peserta konvensi penuh pujian terhadap prestasi pemerintahan SBY.

Topik yang dipilih untuk ditanyakan 11 peserta konvensi adalah pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi dan pangan, pengangguran, infrastruktur, dan ekonomi daerah.

Untungnya beberapa calon capres Demokrat memberikan posisi kebijakan yang jelas atau paling tidak memberikan ide yang baru di tengah retorika itu-itu saja yang menghiasi panggung politik Indonesia. 

Gita Wirjawan, misalnya, menggarisbawahi peningkatan peran pemerintah dalam perekonomian. Dia berpandangan belanja APBN yang dalam 10 tahun terakhir meningkat 4 kali lipat harus diulang dalam waktu yang lebih singkat dengan menggenjot penerimaan pajak.

Kemampuan fiskal tersebut, menurut Gita, adalah modal bagi pemerintah dalam menjamin kepastian hukum bagi pebisnis di Tanah Air. Argumen peningkatan anggaran juga menjadi andalan Gita dalam menjawab masalah pertahanan, kepolisian, dan pemberantasan korupsi.

Peserta lainnya yang memiliki beberapa kebijakan yang spesifik adalah Dino Pati Djalal yang kerap menawarkan ide yang dia ambil dari negara-negara lain.

Contohnya, Dino menawarkan ide aglomerasi pertanian, pembentukan badan usaha patungan yang menaungi petani pemilih lahan kecil.

Mantan Duta Besar AS itu berpendapat penyatuan para petani dalam satu usaha bersama yang dikelola secara profesional bisa memberikan mereka kemampuan untuk bersaing sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.

Dino juga menyarankan penambahan 'pro business' dalam kebijakan ekonomi 'pro growth', 'pro poor', 'pro job', dan 'pro environment' yang telah dijalankan pemerintahan SBY.

Ada juga ide Anies Baswedan tentang penciptaan kesempatan kerja. Dia menyarankan pemerintah fokus mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor yang kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan karakter sumber daya manusia Indonesia.

Pemerintah, menurut dia, harus fokus pada pembangunan-pembangunan infrastruktur masif. Proyek-proyek tersebut bisa menyerap banyak tenaga kerja berpendidikan rendah, yang jika dikombinasikan dengan upaya perbaikan pendidikan Indonesia, akan menjaga tingkat pengangguran pada level yang rendah.

Ide segar yang lain dari Anies adalah pemindahan kantor pusat BUMN ke daerah tempat sebagian besar bisnis mereka dijalankan. Rektor Paramadina itu berpendapat perpindahan kantor pusat BUMN akan memacu pusat perekonomian di daerah dalam waktu yang relatif singkat.

Sayangnya sebagian besar jawaban peserta konvensi masih tidak berbeda dengan pernyataan politik pada umumnya. Selain memuji keberhasilan pemerintahan SBY, mereka lebih banyak menyatakan hal yang sudah lumrah.

Misalnya, mereka berjanji berupaya meningkatkan investasi, konsumsi domestik, ekspor, dan pengeluaran pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Empat hal di atas, tentunya, adalah unsur perhitungan produk domestik bruto yang menjadi dasar pengukur pertumbuhan ekonomi. PDB naik, pertumbuhan naik, semua siswa sma juga mengerti.

Dahlan Iskan sebenarnya menyampaikan beberapa hal yang menarik seperti usul menjadikan Indonesia sebagai negara pusat perkebunan buah tropis untuk memasok permintaan China.

Dahlan juga menyindir masyarakat Indonesia yang memiliki kemampuan sains dan teknologi untuk berinovasi masih kerap menyalahkan perhatian pemerintah yang kurang. Buat dia, para inovator harus berani bertaruh mendirikan bisnis berdasarkan ide mereka dan berhenti menyalahkan pemerintah.

Sayangnya, Dahlan lebih banyak berjanji meneruskan program yang telah dirancang pemerintah seperti MP3EI, 'crash program' dan pembangunan pembangkit listrik. Menteri BUMN itu bahkan menyatakan sebagai capres Demokrat dia akan menjalankan program yang telah disusun partai.

Program Demokrat, bagi Dahlan, telah sesuai sejalan dengan teori ekonomi dan program yang sejalan dengan teori ekonomi pasti berhasil, seakan-akan hanya ada 1 teori ekonomi di dunia. Andaikan ekonomi politik sesederhana itu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

capres 2014 konvensi demokrat
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top